| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Juni 25, 2026

Jumat, 26 Juni 2026 Hari Biasa Pekan XII

 

Bacaan I: 2Raj 25:1-12 "Rakyat Yehuda diangkut ke pembuangan."
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 137:1-2.3.4-5.6 "Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau."

Bait Pengantar Injil: Mat 8:17 "Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."

Bacaan Injil: Mat 8:1-4 "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku."
 
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
 
 SiouxFall Diocese

Tahun 587 SM terpatri dalam benak orang-orang Yahudi pada zaman Kitab Suci setiap kali mereka mengingat sejarah bangsa mereka. Itu adalah tahun invasi Babilonia yang mengakibatkan pengasingan bangsa Yahudi ke Babilonia. Selain itu, Bait Suci yang megah yang dibangun oleh Raja Salomo, Bait Suci yang merupakan kebanggaan dan kemuliaan bangsa itu, hancur total, bersama dengan kota Yerusalem. Terlucuti dari semua martabat dan status, tanpa negara atau tanah yang dapat mereka sebut milik mereka sendiri, dan menjadi budak di tanah para penakluk mereka, bangsa Yahudi mulai berpikir dan merenung. Mengapa bencana dan penghinaan seperti itu menimpa mereka? Mengapa Tuhan tidak melindungi mereka atau datang membantu mereka? Setelah merenung lebih dalam, mereka menyadari bahwa pertama-tama, mereka telah berdosa dan berpaling dari Tuhan. Ini terjadi meskipun para nabi telah berulang kali mencoba menyeru bangsa itu untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa satu hal baik yang muncul dari Pembuangan Babel adalah bahwa umat itu kembali kepada Tuhan dalam pertobatan dan memohon pengampunan.

Sejarah bangsa Yahudi menjadi pelajaran bagi kita, terutama ketika kita menjadi lengah dan mulai menganggap Tuhan sebagai sesuatu yang biasa saja. Namun, sejarah bangsa Yahudi juga menegaskan fakta bahwa Tuhan menjawab setiap kali kita memanggil-Nya, terutama dalam pertobatan dan memohon pengampunan serta penyembuhan. Seperti yang dikatakan penderita kusta dalam Injil hari ini: Tuan, jika Engkau mau, Engkau dapat menyembuhkan aku. Dan jawaban Yesus adalah: "Tentu saja Aku mau! Sembuhlah!"
 
 
 
Doa Umat
 
Marilah kita memanjatkan doa kepada Allah Bapa kita di surga untuk membantu kita dengan semua kebutuhan kita.
 
Bagi Gereja di seluruh dunia.
Semoga Gereja menerima rahmat Tuhan dalam memberitakan Injil kehidupan kepada semua orang. Marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Bagi para pemimpin sipil, semoga Roh Kudus membimbing mereka dalam mengelola tanggung jawab mereka dengan belas kasihan Kristus. Marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Bagi para lansia, semoga tangan Yesus yang penuh kasih menganugerahkan kepada mereka kedamaian dan kepenuhan hidup. Marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Bagi anggota komunitas iman ini, semoga rahmat Allah memberdayakan kita dalam upaya kita untuk menjadi mercusuar kasih-Nya bagi semua orang.  Marilah kita berdoa kepada Tuhan. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Bagi semua yang telah meninggal dalam persahabatan dengan Kristus, semoga mereka disambut ke dalam kehidupan kekal di surga. Marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Allah yang maha bijaksana, dengarkanlah doa-doa kami dan kabulkanlah dalam belas kasih-Mu yang besar. Kami memohon ini dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.