| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Agustus 07, 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 Peringatan Wajib St. Dominikus, Pendiri Ordo Pengkhotbah, Imam

Bacaan I: Hab 1:12-2:4 "Orang benar akan hidup berkat imannya."

Mazmur Tanggapan:  Mzm 9:8-9.10-11.12-13 "Orang yang mencari Engkau tidak Kautinggalkan, ya Tuhan."
 
Bait Pengantar Injil: 2Tim 1:10  "Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil."
        
Bacaan Injil: Mat 17:14-20 "Sekiranya kalian mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu."
 
warna liturgi putih
 
 Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini  
 
 
CC0
 
 
 

Menanti dalam Iman Saat Tuhan Terasa Diam

Saat hidup berjalan tenang dan terkendali, sangat mudah bagi kita untuk bersikap logis dan rasional. Kita jarang mengambil keputusan atau bereaksi dengan terburu-buru. Namun, kenyataan sering kali tidak seideal itu. Ketika badai datang—saat kita menyaksikan ketidakadilan, penindasan, atau kejahatan terjadi tepat di depan mata—kepanikan mulai mengambil alih. Kita mencari jawaban dan solusi dengan cemas.

Sebagai orang beriman, respons alami kita adalah berdoa. Sayangnya, ketika doa kita seolah tidak terjawab atau Tuhan terasa begitu lama bertindak, kita sering kali menjadikan-Nya sebagai sasaran rasa frustrasi dan kekecewaan kita.

Reaksi seperti ini sangatlah manusiawi. Bahkan, hal yang sama dialami oleh Nabi Habakuk, yang keluh kesahnya secara jujur dan terbuka dicatat dalam Kitab Suci. Habakuk bergumul dan tidak habis pikir: mengapa Tuhan membiarkan bangsa Yehuda dihukum oleh musuh yang jauh lebih kejam dan berdosa dari mereka? Ia memprotes Tuhan yang seolah-olah diam dan berpangku tangan sementara orang fasik menindas umat-Nya.

Namun, kisah ini tidak berhenti pada keputusasaan. Pada akhirnya, Tuhan menjawab keluhan Habakuk. Pesan Tuhan sangat jelas:

Sungguh, orang yang sombong tidak lurus hatinya; tetapi orang benar akan hidup berkat imannya. (Hab 2:4)

Inilah jawaban sekaligus janji Tuhan yang tak lekang oleh waktu untuk kita hari ini. Di tengah ketidakpastian, kita diundang untuk tetap menaruh kepercayaan penuh kepada Allah yang selalu mengasihi dan memedulikan kita.

Hal senada juga ditegaskan oleh Yesus dalam Injil. Ia selalu menekankan bahwa iman kepada Allah adalah fondasi dari segala sesuatu yang kita lakukan. Ketika kita memilih untuk terus percaya, kita akan menyadari satu kebenaran yang membebaskan: bersama Tuhan, tidak ada yang mustahil, dan keadilan-Nya akan selalu tiba pada waktu yang paling tepat.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.