Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Kitab Suci tidak hanya menyajikan ayat-ayat yang menginspirasi dan menghangatkan hati, tetapi juga dengan jujur memotret realitas kehidupan manusia yang paling kelam. Salah satu kenyataan terbesar yang diangkat adalah keberdosaan manusia serta konsekuensi dari dosa tersebut, yakni penghakiman dan hukuman ilahi.
Melalui penglihatan Nabi Yehezkiel pada bacaan pertama, kita dihadapkan pada dua sisi keadilan Allah:
Hukuman bagi yang Menolak Bertobat: Ada konsekuensi nyata bagi mereka yang bersikeras hidup dalam dosa tanpa adanya keinginan untuk berbalik kepada Allah.
Keselamatan bagi yang Setia: Sebaliknya, mereka yang setia, serta secara sadar menolak dan membenci kenistaan dosa, akan diluputkan. Mereka ditandai dengan tanda salib di dahi sebagai umat yang diselamatkan.
Bagi kita yang berupaya hidup di jalan keselamatan, Yesus memberikan sebuah amanat penting dalam Injil. Kita dipanggil untuk tidak bersikap acuh tak acuh terhadap sesama:
Tanggung Jawab Persaudaraan: Jika ada saudara yang jatuh ke dalam dosa, menjadi tugas dan kewajiban kita untuk menegur serta membimbingnya kembali ke kebenaran. Kita semua memikul tanggung jawab untuk saling menjaga dan menuntun.
Batas Ketegaran Hati: Namun, Tuhan juga realistis. Jika teguran kasih ini ditolak dengan keras kepala, orang tersebut harus menanggung akibat dari penolakannya terhadap Allah. Sejarah bangsa Israel dan Yehuda yang hancur akibat terus mengabaikan utusan Tuhan menjadi peringatan keras bahwa ketidaktaatan berujung pada penderitaan dan keterpisahan dari Allah.
Selain melalui tindakan nyata, Yesus juga menegaskan kuasa dari doa yang sehati. Ia berjanji bahwa jika dua atau tiga orang sepakat memohon sesuatu, permohonan itu akan dikabulkan oleh Bapa. Oleh karena itu, kita memiliki misi rohani yang kuat:
Menjadi teladan kesetiaan bagi satu sama lain.
Berdoa tanpa henti demi pertobatan dan keselamatan saudara-saudari kita yang masih terbelenggu oleh dosa.
Refleksi Hari Ini Mari kita berjuang untuk senantiasa setia dan menolak godaan yang mengarah pada dosa. Hiduplah semakin layak sesuai dengan teladan yang diajarkan Kristus setiap harinya. Keselamatan bukanlah anugerah yang hanya kita nikmati sendiri, melainkan rahmat yang memanggil kita untuk peduli dan membawa sesama kembali ke pangkuan Bapa.
Marilah kita berdoa
Marilah kita berdoa:
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Marilah kita berdoa.




