| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Agustus 11, 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XIX

 
Bacaan I: Yeh 9:1-7.10:18-22 "Tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan keji di Yerusalem."
 
Mazmur Tanggapan:  Mzm 113:1-2.3-4.5-6 "Kemuliaan Tuhan mengatasi langit."

Bait Pengantar Injil: 2Kor 5:19 "Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita." 

Bacaan Injil: Mat 18:15-20 "Jika saudaramu yang berbuat dosa mendengarkan teguranmu, engkau telah mendapatnya kembali."
 
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
 

 
 

Kitab Suci tidak hanya menyajikan ayat-ayat yang menginspirasi dan menghangatkan hati, tetapi juga dengan jujur memotret realitas kehidupan manusia yang paling kelam. Salah satu kenyataan terbesar yang diangkat adalah keberdosaan manusia serta konsekuensi dari dosa tersebut, yakni penghakiman dan hukuman ilahi. 

Melalui penglihatan Nabi Yehezkiel pada bacaan pertama, kita dihadapkan pada dua sisi keadilan Allah:

  • Hukuman bagi yang Menolak Bertobat: Ada konsekuensi nyata bagi mereka yang bersikeras hidup dalam dosa tanpa adanya keinginan untuk berbalik kepada Allah.

  • Keselamatan bagi yang Setia: Sebaliknya, mereka yang setia, serta secara sadar menolak dan membenci kenistaan dosa, akan diluputkan. Mereka ditandai dengan tanda salib di dahi sebagai umat yang diselamatkan. 

Bagi kita yang berupaya hidup di jalan keselamatan, Yesus memberikan sebuah amanat penting dalam Injil. Kita dipanggil untuk tidak bersikap acuh tak acuh terhadap sesama:

  • Tanggung Jawab Persaudaraan: Jika ada saudara yang jatuh ke dalam dosa, menjadi tugas dan kewajiban kita untuk menegur serta membimbingnya kembali ke kebenaran. Kita semua memikul tanggung jawab untuk saling menjaga dan menuntun.

  • Batas Ketegaran Hati: Namun, Tuhan juga realistis. Jika teguran kasih ini ditolak dengan keras kepala, orang tersebut harus menanggung akibat dari penolakannya terhadap Allah. Sejarah bangsa Israel dan Yehuda yang hancur akibat terus mengabaikan utusan Tuhan menjadi peringatan keras bahwa ketidaktaatan berujung pada penderitaan dan keterpisahan dari Allah. 

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.