Bacaan I: Yeh 18:1-10.13b.30-32 "Aku menghukum kalian sesuai dengan tindakanmu sendiri.
Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4.5-6a.12-13.14.17 "Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah."
Bait Pengantar Injil: Mat 11:25 "Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana."
Bacaan Injil: Mat 19:13-15 "Janganlah menghalang-halangi anak-anak datang kepada-Ku, sebab orang-orang seperti merekalah yang empunya Kerajaan Surga!"
warna liturgi hijauMazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4.5-6a.12-13.14.17 "Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah."
Bait Pengantar Injil: Mat 11:25 "Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana."
Bacaan Injil: Mat 19:13-15 "Janganlah menghalang-halangi anak-anak datang kepada-Ku, sebab orang-orang seperti merekalah yang empunya Kerajaan Surga!"
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab Deuterokanonika atau klik tautan ini
Setiap
kali terjadi masalah, reaksi yang paling mungkin muncul adalah mencari
tahu siapa yang bersalah. Sudah menjadi kecenderungan manusia untuk
mencari seseorang yang dapat disalahkan atas apa pun yang tidak berjalan
semestinya. Bahkan, hal ini bisa berujung pada tindakan menjadikan
seseorang sebagai kambing hitam, sementara yang lain dibiarkan tanpa
hukuman.
Dalam bacaan pertama, Tuhan Allah melalui nabi Yehezkiel menyoroti pepatah: ‘Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu’? Tuhan Allah membantah pepatah tersebut dan menegaskan bahwa orang yang berdosa-lah yang akan dihukum. Kendati demikian, tidak dapat disangkal bahwa orang tua memiliki tanggung jawab atas pembinaan moral anak. Namun, ketika anak beranjak dewasa, tanggung jawab dan akuntabilitas pribadi pun harus ada.
Dalam Injil, Yesus mengatakan bahwa Kerajaan Allah adalah milik anak-anak kecil. Orang tua perlu menyadari bahwa di dalam diri anak-anak kecil mereka, terdapat Kerajaan Allah. Hadiah terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anak mereka adalah memberkati dan berdoa bersama mereka. Dengan demikian, anak-anak mereka akan bertumbuh dalam hikmat dan kasih karunia, serta menghasilkan buah kasih bagi Allah dan sesama.
Dalam bacaan pertama, Tuhan Allah melalui nabi Yehezkiel menyoroti pepatah: ‘Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu’? Tuhan Allah membantah pepatah tersebut dan menegaskan bahwa orang yang berdosa-lah yang akan dihukum. Kendati demikian, tidak dapat disangkal bahwa orang tua memiliki tanggung jawab atas pembinaan moral anak. Namun, ketika anak beranjak dewasa, tanggung jawab dan akuntabilitas pribadi pun harus ada.
Dalam Injil, Yesus mengatakan bahwa Kerajaan Allah adalah milik anak-anak kecil. Orang tua perlu menyadari bahwa di dalam diri anak-anak kecil mereka, terdapat Kerajaan Allah. Hadiah terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anak mereka adalah memberkati dan berdoa bersama mereka. Dengan demikian, anak-anak mereka akan bertumbuh dalam hikmat dan kasih karunia, serta menghasilkan buah kasih bagi Allah dan sesama.
Doa Umat
Saudara-saudari terkasih, dengan penuh kepercayaan dan kepasrahan yang tulus bagaikan anak-anak di hadapan Bapanya, marilah kita menghadap Allah di surga untuk memanjatkan doa-doa dan permohonan kita:
Bagi Gereja, umat Allah:
Semoga Roh Kudus senantiasa membimbing para pemimpin Gereja agar tidak pernah lelah membuka pintu kasih dan merangkul semua orang, terutama mereka yang kecil dan tersingkirkan, serta menjadi teladan iman yang murni bagi dunia. Marilah kita berdoa:
Semoga Roh Kudus senantiasa membimbing para pemimpin Gereja agar tidak pernah lelah membuka pintu kasih dan merangkul semua orang, terutama mereka yang kecil dan tersingkirkan, serta menjadi teladan iman yang murni bagi dunia. Marilah kita berdoa:
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi para pemimpin bangsa dan dunia:
Semoga Tuhan menganugerahkan kerendahan hati kepada mereka yang memegang kuasa, agar mereka senantiasa mengupayakan perdamaian, melindungi mereka yang lemah, dan secara khusus menjaga masa depan serta keselamatan anak-anak di tengah berbagai konflik. Marilah kita berdoa:
Bagi para pemimpin bangsa dan dunia:
Semoga Tuhan menganugerahkan kerendahan hati kepada mereka yang memegang kuasa, agar mereka senantiasa mengupayakan perdamaian, melindungi mereka yang lemah, dan secara khusus menjaga masa depan serta keselamatan anak-anak di tengah berbagai konflik. Marilah kita berdoa:
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi semua yang bergumul dengan beban penderitaan:
Sebagaimana Yesus meletakkan tangan-Nya untuk memberkati anak-anak, semoga Allah menjamah dan memandang mereka yang sedang sakit, berduka, dan putus asa dengan penuh rahmat, sehingga mereka beroleh kekuatan, kelegaan, dan damai sejahtera. Marilah kita berdoa:
Bagi semua yang bergumul dengan beban penderitaan:
Sebagaimana Yesus meletakkan tangan-Nya untuk memberkati anak-anak, semoga Allah menjamah dan memandang mereka yang sedang sakit, berduka, dan putus asa dengan penuh rahmat, sehingga mereka beroleh kekuatan, kelegaan, dan damai sejahtera. Marilah kita berdoa:
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi kita semua yang berhimpun di sini:
Semoga Tuhan memampukan kita untuk menanggalkan segala kesombongan dan keangkuhan duniawi, serta menganugerahkan sikap hati yang berserah penuh layaknya anak-anak, karena orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Surga. Marilah kita berdoa:
Bagi kita semua yang berhimpun di sini:
Semoga Tuhan memampukan kita untuk menanggalkan segala kesombongan dan keangkuhan duniawi, serta menganugerahkan sikap hati yang berserah penuh layaknya anak-anak, karena orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Surga. Marilah kita berdoa:
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi semua yang telah meninggal dunia:
Semoga berkat kuasa penyelamatan Allah, saudara-saudari kita yang telah berpulang diizinkan datang kepada-Nya tanpa halangan, dan disambut dengan penuh sukacita di dalam Kerajaan Surga yang abadi. Marilah kita berdoa:
Bagi semua yang telah meninggal dunia:
Semoga berkat kuasa penyelamatan Allah, saudara-saudari kita yang telah berpulang diizinkan datang kepada-Nya tanpa halangan, dan disambut dengan penuh sukacita di dalam Kerajaan Surga yang abadi. Marilah kita berdoa:
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Allah Bapa Yang Mahakuasa, Engkau senantiasa menyambut kami, anak-anak-Mu, dengan tangan terbuka. Terimalah doa-doa yang kami panjatkan kepada-Mu ini, dan jadikanlah hati kami senantiasa murni untuk selalu rindu datang kepada-Mu. Dengan pengantaraan Putra-Mu, Yesus Kristus, Tuhan kami.
Amin.




