| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Agustus 17, 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XX

   
Bacaan I: Yeh 28:1-10 "Engkau itu manusia, bukan Allah, walaupun engkau menganggap dirimu sama dengan Allah."
   
Kidung Tanggapan: Ul 32:26-27ab. 27cd-28.30.35cd-36ab "Tuhanlah yang mematikan; Tuhan pulalah yang menghidupkan."

Bait Pengantar Injil: 2Kor 8:9 "Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, agar kamu menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya."

Bacaan Injil: Mat 19:23-30 "Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga."
      
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini  
 

 

Kesuksesan—baik dalam karier, finansial, maupun kedudukan—memang selalu terasa manis. Pencapaian yang gemilang secara alamiah membuahkan kepuasan, kebanggaan, dan dorongan untuk terus melangkah lebih jauh. Tidak ada yang salah dengan pencapaian ekonomi yang mapan atau kekuatan yang besar; hal-hal tersebut sering kali adalah wujud nyata dari kerja keras. Namun, di puncak kegemilangan itulah tersimpan sebuah peringatan spiritual yang tegas: kesombongan selalu mendahului kejatuhan.

Dalam catatan sejarah dan spiritualitas—seperti yang dikisahkan mengenai penguasa kota Tirus—kita melihat bagaimana kesuksesan duniawi dapat membutakan mata hati. Berbekal kekayaan ekonomi dan kekuatan militer yang tak tertandingi, sang penguasa tergelincir ke dalam jurang arogansi. Ia tidak lagi melihat kemakmurannya sebagai titipan, melainkan sebagai bukti kehebatan dirinya sendiri, hingga ia berani menyamakan dirinya dengan Allah dan menindas umat-Nya.
    
Kisah ini menjadi pengingat keras: Ketika manusia merasa tak terkalahkan dan mulai "meng-allah-kan" dirinya karena harta dan kuasa, Allah yang sejati akan bertindak untuk meruntuhkan ilusi kemahakuasaan tersebut. 

Realitas spiritual menunjukkan bahwa orang yang kaya, berkuasa, dan sangat sukses sering kali menghadapi tantangan berat untuk menyelami makna sejati dari Kerajaan Allah. Kesulitan ini muncul karena kesuksesan cenderung melahirkan rasa kemandirian absolut—sebuah perasaan ilusi bahwa mereka tidak lagi membutuhkan Tuhan karena uang dan kekuasaan bisa menyelesaikan segalanya.

Meski begitu, bukanlah hal yang mustahil bagi seseorang yang berada di puncak kesuksesan untuk tetap hidup dalam perkenanan Tuhan. Kekayaan dan kuasa bisa menjadi alat kebaikan jika dikelola dengan disposisi batin yang benar.

Agar kesuksesan tidak berubah menjadi racun bagi jiwa yang berujung pada kejatuhan, seseorang memerlukan "penawar" spiritual. Penawar tersebut terdiri dari tiga pilar utama:

  • Kerendahan Hati: Menyadari batas kemampuan diri. Sehebat apa pun pencapaian dan kekuasaan yang digenggam, kita tetaplah ciptaan yang fana di hadapan Sang Pencipta.

  • Kesederhanaan dan Kemurahan Hati: Memiliki segalanya tidak berarti harus diperbudak oleh segalanya. Kesederhanaan menjaga kita dari keserakahan, sementara kemurahan hati memastikan kekayaan yang kita miliki mengalir menjadi berkat bagi sesama yang membutuhkan.

  • Kesadaran Penuh akan Berkat Tuhan: Ini adalah kunci utama. Mengubah paradigma dari "Saya berhasil karena kehebatanku sendiri" menjadi "Saya berhasil karena Tuhan berkenan memberkati setiap usaha dan jalan saya."

Kesuksesan sejati pada akhirnya tidak diukur dari seberapa banyak harta yang kita kumpulkan atau seberapa luas kekuasaan yang kita genggam. Kesuksesan sejati dan abadi adalah ketika kita mampu berdiri di puncak dunia, namun tetap menundukkan kepala dengan rendah hati untuk bersyukur kepada Allah, Sang Sumber segala berkat.

 Doa Umat

Marilah kita sampaikan doa dan permohonan kita kepada Allah Bapa di Surga. 
 
Semoga Gereja senantiasa menjadi tanda kehadiran Kerajaan Allah di bumi, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.  

Semoga para pemimpin semua bangsa diberkati dengan belas kasih Kristus dalam melayani rakyatnya, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 

Semoga kita yang berkumpul di sini senantiasa mencari kesempatan untuk membantu sesama yang membutuhkan waktu, talenta, atau harta kita, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Semoga ssemua orang yang menderita memperoleh apa yang mereka butuhkan dari Allah yang memampukan segala sesuatu terjadi, marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Semoga saudara-saudari kita yang telah meninggal dunia memperoleh damai dan ketenangan dalam kasih Tuhan, serta bagi semua korban gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Bagian Utara, dan Kolombia —baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal—yang untuk intensi mereka Misa ini dipersembahkan, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Ya Allah yang penuh belas kasih dan kerahiman, kami datang ke hadapan-Mu dengan hati yang penuh syukur, memohon semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan doa-doa ini dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin.

 

DOA UNTUK MEREKA YANG TERDAMPAK BENCANA ALAM 

Allah Bapa yang Maha Pengasih dan Maharahim, kami datang ke hadirat-Mu dengan hati yang berduka, memohon belas kasih-Mu bagi saudara-saudari kami yang terdampak bencana alam, secara khusus para korban gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sumatera bagian utara, dan Kolombia.

​Ya Bapa, kami menyerahkan ke dalam tangan-Mu mereka yang telah dipanggil menghadap-Mu secara tiba-tiba akibat bencana ini. Ampunilah segala dosa mereka dan anugerahkanlah istirahat kekal di dalam Kerajaan Surga.

​Bagi keluarga-keluarga yang ditinggalkan, yang hidupnya berubah karena duka dan kehilangan yang mendalam, curahkanlah Roh Penghibur-Mu. Berikanlah mereka ketenangan batin, kekuatan, dan ketabahan. Berkatilah mereka yang selamat; sembuhkanlah luka fisik maupun trauma batin yang mereka alami, agar mereka memiliki keberanian dan pengharapan dalam menghadapi jalan panjang pemulihan di masa depan.

​Kami juga memohon penyertaan-Mu bagi semua orang yang telah kehilangan tempat tinggal, harta benda, mata pencaharian, dan rasa aman. Dampingilah mereka di saat-saat yang penuh ketidakpastian ini.

​Kami turut berdoa bagi para pemimpin pemerintahan dan mereka yang memiliki wewenang. Utuslah Roh Kudus-Mu untuk menerangi budi dan hati mereka. Karuniakanlah kepada mereka kepekaan, kepedulian yang tulus, dan kebijaksanaan yang tinggi agar mereka dapat bertindak cepat dan tepat dalam menolong para korban, serta senantiasa mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan rakyat.
 
​Berkatilah pula pekerjaan lembaga-lembaga kemanusiaan, tim penyelamat, relawan, dan semua pihak yang memberikan bantuan darurat. Semoga karya pelayanan mereka senantiasa dibimbing oleh rahmat, perlindungan, dan kekuatan yang hanya berasal dari-Mu.
 
​Bantulah kami semua untuk merespons penderitaan ini dengan hati yang murah hati—melalui doa-doa yang tak putus, belarasa, dan bantuan nyata sebisa mungkin. Jagalah agar hati kami tetap terfokus pada kebutuhan mereka yang terdampak, tidak hanya pada masa krisis ini, tetapi juga pada masa-masa mendatang.

​Bersama Santa Perawan Maria, serta semua orang kudus di surga kami haturkan doa ini kepada-Mu dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. 
​Amin.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.