| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Agustus 19, 2026

Kamis, 20 Agustus 2026 Peringatan Wajib St. Bernardus, Abas dan Pujangga Gereja

 
Bacaan I: Yeh 36:23-28 "Kalian akan Kuberi hati dan Roh yang baru di dalam batinmu."

Mazmur Tanggapan: Mzm 51:12-15.18-19: R: Yeh 36:25 "Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu"

Bait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab "Hari ini janganlah bertegar hati, tetapi dengarkanlah sabda Tuhan."

Bacaan Injil: Mat 22:1-14 "Undanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini"
     
    warna liturgi putih
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini

Credit:HuyNguyenSG /istock.com
 
 
Persoalan mengenai tata cara berpakaian untuk ibadat Gereja, khususnya untuk Misa, telah dan masih menjadi topik pembahasan. Apa pun sudut pandang atau pendapat yang ada, pada akhirnya hal ini bergantung pada sikap dan niat pribadi dalam menentukan bagaimana dan apa yang akan dikenakan saat menghadiri Misa. Di antara berbagai pertimbangan lainnya, cara berpakaian merupakan bentuk penghormatan terhadap diri sendiri, terhadap Allah, dan terhadap sesama. Dan dalam pengertian rohani, cara kita berpakaian merupakan perwujudan dari citra diri sebagai orang yang "mengenakan Kristus". Oleh karena itu, bagi umat Kristiani, cara berpakaian saat Misa dapat dikatakan sebagai suatu tindakan iman. Hal ini menjadi pengingat bahwa kita telah disucikan melalui Pembaptisan dan dikenakan sebagai manusia baru di dalam Kristus.

Dalam Bacaan Pertama, Allah menyatakan kepada umat-Nya bahwa Ia akan menyucikan mereka dari segala kenajisan dan mengaruniakan hati yang baru. Dalam perumpamaan Injil, pakaian pesta pernikahan disorot untuk mengingatkan kita bahwa meskipun kita diundang ke perjamuan nikah Allah dalam Misa, kita harus datang dengan hati yang bersih dan mengenakan kebajikan agar dapat mempersembahkan kurban yang murni kepada Allah. Ketika kita memahami hal ini, maka persoalannya bukan lagi sekadar mengenai bagaimana atau apa yang harus dikenakan saat Misa, melainkan tentang kenyataan bahwa kita telah disucikan oleh Darah Kristus dan dikenakan kekudusan Kristus. (HG)
 

Doa Umat 
   
 Saudara-saudari, dengan menyadari bahwa kesucian sejati terpancar dari kemurnian hati dan apa yang keluar dari mulut kita, marilah bersama-sama kita mempersembahkan doa-doa ini kepada Allah Bapa kita di surga.
 
Bagi Gereja dan para pemimpinnya: Semoga Roh Kudus memperbarui kita setiap hari untuk tetap memusatkan pandangan kita kepada-Nya. Marilah kita mohon:
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu

Bagi para pejabat pemerintahan: Semoga Bapa menerangi akal budi serta menyembuhkan kebutaan mereka terhadap penderitaan rakyat. Berilah mereka keberanian untuk menyingkirkan kepentingan pribadi, dan mengaruniakan hati yang jujur agar dapat memulihkan keadilan demi melayani kesejahteraan umum. Marilah kita mohon:
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 
 
Bagi semua yang sakit: Semoga Bapa memberikan kesembuhan, penghiburan, dan kekuatan kepada mereka. Marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
 
Bagi komunitas iman kami yang berkumpul di sini: Semoga Bapa menjadikan kami saksi kasih-Nya yang mengubah hidup. Marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
 
Allah Bapa yang maha pengasih, sucikanlah hati dan pikiran kami dari segala hal yang menajiskan. Semoga setiap tutur kata dan perbuatan yang keluar dari diri kami senantiasa berkenan di hati-Mu dan membawa kedamaian bagi sesama. Terimalah doa-doa yang kami panjatkan kepada-Mu ini. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin. 

Doa untukTanah Air
 
Allah, Bapa kami, Engkau telah menciptakan alam semesta sebagai kediaman bagi umat manusia. Tatkala umat pilihan-Mu hidup terlunta-lunta di pengasingan, Engkau membebaskan mereka dan menghantar ke tanah terjanji, tanah air yang subur dan berlimpahan susu serta madu. Engkau pun memberikan tanah air kepada kami.

Bapa, kami bersyukur atas tanah air kami yang luas dengan isinya yang beraneka ragam: lautan dengan ribuan pulau, gunung dan daratan, serta hutan dan belantara yang menyemarakkan negeri ini. Namun Bapa, kami memohon ampun karena ketamakan kami sering kali memicu kerusakan lingkungan yang mengancam kelestarian ciptaan-Mu. Sadarkanlah kami untuk bertobat dan menjadi penjaga alam yang baik.  

Kami bersyukur atas ratusan suku dan aneka budaya serta bahasa yang Kauhimpun menjadi satu bangsa dan satu bahasa. Kami bersyukur atas pembangunan di tanah air kami, atas segala sarana dan prasarana yang tersedia.  

Bapa, di tengah rasa syukur ini, kami juga membawa luka dan keprihatinan bangsa kami ke hadapan-Mu. Saat ini bangsa kami tengah bergumul dengan krisis integritas dan maraknya kasus korupsi yang merampas hak-hak kaum lemah. Kami mohon, sentuhlah hati para pemimpin kami. Jauhkanlah mereka dari sikap mementingkan diri sendiri dan golongannya. Berikanlah mereka kerendahan hati dan telinga yang peka, agar mereka mau sungguh-sungguh mendengarkan suara rakyat yang mereka layani.

Kami mohon berkat-Mu bagi semua yang mendiami tanah air ini. Peliharalah keadilan di negeri kami, agar kebebasan berpendapat senantiasa dihormati, dijaga, dan digunakan sebagai jalan untuk mencari kebenaran, bukan untuk menabur permusuhan. Bebaskanlah tanah air kami dari bahaya: bencana alam, kelaparan, perang, dan wabah penyakit.

Semoga kami semua tekun membangun tanah air kami demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh bangsa. Bantulah kami mewujudkan tanah air yang jujur, adil, makmur, aman, damai dan sejahtera, sehingga tanah air yang kami diami di dunia ini selalu mengingatkan kami akan tanah air surgawi, tempat kami akan berbahagia abadi bersama Dikau.

Semua ini kami unjukkan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
 
 

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.