| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Agustus 18, 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XX

 

Bacaan I: Yeh 34:1-11 "Aku akan melepaskan domba-domba-Ku dari mulut mereka sehingga seterusnya tidak lagi menjadi mangsanya."
 
Mazmur Tanggapan:  Mzm 23:1-a.3b-4.5-6; R:1 "Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku."
 
Bait Pengantar Injil: Ibr 4:12 "Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji pikiran dan segala maksud hati."
 
Bacaan Injil: Mat 20:1-16a "Iri hatikah engkau, karena aku murah hati?" 
   
warna liturgi putih 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 


 Salah satu kelemahan manusiawi kita adalah kecenderungan untuk merasa cemburu dan iri hati terhadap orang lain.

Kita merasa cemburu karena orang lain mendapatkan kesepakatan yang lebih baik atau perlakuan yang lebih istimewa dibandingkan kita, atau semata-mata karena mereka lebih unggul daripada kita.

Alih-alih turut bersukacita atas keberuntungan mereka, kita justru merasa cemburu; kita bisa merasa iri hati akan hampir segala hal.

Namun, jika kita mampu memandang rasa iri dan cemburu itu dengan jernih, kita akan menyadari bahwa perasaan tersebut muncul semata-mata karena kita tidak melihat apa yang sebenarnya sudah kita miliki.

Kita memandang apa yang dimiliki orang lain dan menganggapnya tidak adil, karena kita merasa "rumput tetangga lebih hijau"—atau begitulah anggapan kita.

Hal itulah yang dialami oleh para pekerja yang telah bekerja seharian penuh di kebun anggur.

Alih-alih bersukacita karena para pekerja yang baru direkrut di saat-saat terakhir memiliki penghasilan untuk dibawa pulang bagi keluarga mereka, para pekerja itu justru merasa kesal karena menerima bayaran yang sama besarnya.

Ya, rasa kesal atau dongkol adalah buah dari kecemburuan dan iri hati.

Marilah kita memohon kepada Tuhan untuk menyembuhkan rasa kesal, cemburu, dan iri hati kita, agar dengan hati yang murah hati, kita dapat turut bersukacita bersama Tuhan atas segala karunia dan berkat-Nya bagi kita semua.
 
Doa Umat 
 
 Saudara-saudari sekalian, marilah kita membawa permohonan kita ke hadapan Tuhan dengan penuh kepercayaan akan kerahiman dan kasih-Nya. 
 
Bagi para imam: Semoga Roh Kudus senantiasa memberkati panggilan mereka, marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
  
Bagi para pemimpin masyarakat: Semoga Bapa membimbing mereka agar menjadi pelayan masyarakat yang setia dan berani berdiri membela kebenaran. Semoga mereka dijauhkan dari niat untuk memperkaya diri sendiri melalui korupsi dan nepotisme, serta teguh dalam memperjuangkan kepentingan umum di atas kepentingan golongan.
Marilah kita berdoa...
Tuhan, dengarkanlah doa kami.

Bagi mereka yang sakit: Semoga Yesus, Sang Tabib Ilahi, menganugerahkan kekuatan dan kesembuhan bagi mereka, marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
  
Bagi komunitas iman ini: Semoga berkat rahmat Allah, kita mampu berkarya dalam kasih tanpa memikirkan pengorbanan, marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Bagi saudara-saudari kita yang telah meninggal dunia: Semoga mereka menerima kelimpahan kerahiman Allah di Kerajaan Surga, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Allah Bapa Surgawi, kami mengucap syukur dan memuji-Mu atas segala kebaikan-Mu, serta memohon agar Engkau mendengarkan dan mengabulkan doa-doa kami sesuai dengan kehendak-Mu yang kudus, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
 
 

DOA UNTUK MEREKA YANG TERDAMPAK BENCANA ALAM 

Allah Bapa yang Maha Pengasih dan Maharahim, kami datang ke hadirat-Mu dengan hati yang berduka, memohon belas kasih-Mu bagi saudara-saudari kami yang terdampak bencana alam, secara khusus para korban gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sumatera bagian utara, dan Kolombia.

​Ya Bapa, kami menyerahkan ke dalam tangan-Mu mereka yang telah dipanggil menghadap-Mu secara tiba-tiba akibat bencana ini. Ampunilah segala dosa mereka dan anugerahkanlah istirahat kekal di dalam Kerajaan Surga.

​Bagi keluarga-keluarga yang ditinggalkan, yang hidupnya berubah karena duka dan kehilangan yang mendalam, curahkanlah Roh Penghibur-Mu. Berikanlah mereka ketenangan batin, kekuatan, dan ketabahan. Berkatilah mereka yang selamat; sembuhkanlah luka fisik maupun trauma batin yang mereka alami, agar mereka memiliki keberanian dan pengharapan dalam menghadapi jalan panjang pemulihan di masa depan.

​Kami juga memohon penyertaan-Mu bagi semua orang yang telah kehilangan tempat tinggal, harta benda, mata pencaharian, dan rasa aman. Dampingilah mereka di saat-saat yang penuh ketidakpastian ini.

​Kami turut berdoa bagi para pemimpin pemerintahan dan mereka yang memiliki wewenang. Utuslah Roh Kudus-Mu untuk menerangi budi dan hati mereka. Karuniakanlah kepada mereka kepekaan, kepedulian yang tulus, dan kebijaksanaan yang tinggi agar mereka dapat bertindak cepat dan tepat dalam menolong para korban, serta senantiasa mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan rakyat.
 
​Berkatilah pula pekerjaan lembaga-lembaga kemanusiaan, tim penyelamat, relawan, dan semua pihak yang memberikan bantuan darurat. Semoga karya pelayanan mereka senantiasa dibimbing oleh rahmat, perlindungan, dan kekuatan yang hanya berasal dari-Mu.
 
​Bantulah kami semua untuk merespons penderitaan ini dengan hati yang murah hati—melalui doa-doa yang tak putus, belarasa, dan bantuan nyata sebisa mungkin. Jagalah agar hati kami tetap terfokus pada kebutuhan mereka yang terdampak, tidak hanya pada masa krisis ini, tetapi juga pada masa-masa mendatang.

​Bersama Santa Perawan Maria, serta semua orang kudus di surga kami haturkan doa ini kepada-Mu dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. 
​Amin.
 

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.