| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Agustus 20, 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 Peringatan Wajib St. Pius X, Paus


Bacaan I: Yeh 37:1-14 "Hai tulang-tulang kering, dengarlah sabda Tuhan. Aku akan membangkitkan kalian dari dalam kubur, hai kaum Israel."

Mazmur Tanggapan: Mzm 107:2-3.4-5.6-7.8-9; R:1 "Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setia-Nya."

Bait Pengantar Injil: Mzm 25:5c "Tunjukkanlah lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan, bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar."

Bacaan Injil: Mat 22:34-40 "Kasihilah Tuhan Allahmu, dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri."
 
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
 

 Memahami dan Menghidupi Kehendak Tuhan Setiap Saat

Tanpa Tuhan, kita sungguh tidak berdaya. Setiap napas, langkah, dan pencapaian kita selalu mengandaikan satu hal: "dengan rahmat Tuhan." Jika kasih dan penyertaan-Nya berhenti sejenak saja, kita tidak akan ada lagi.

Namun, di balik ketergantungan mutlak kita ini, terdapat sebuah misteri yang indah: Tuhan memilih untuk "membutuhkan" kita. Tuhan tentu saja Maha Kuasa dan tidak bergantung pada apa pun. Tetapi, dalam karya penciptaan dan penebusan-Nya, Dia tidak ingin bekerja sendiri. Dia tidak bisa memaksakan keselamatan atau cinta-Nya kepada kita, karena Dia menciptakan kita sebagai anak-anak-Nya yang merdeka, bukan sebagai budak. Kasih sejati senantiasa mengandaikan kehendak bebas. Karena itu, agar kehendak-Nya "terjadilah di bumi seperti di dalam surga," Tuhan menanti kesediaan dan partisipasi kita.

Apa Sebenarnya Kehendak Tuhan Itu?

Seringkali kita merasa terbebani karena mencoba memikirkan seluruh rancangan agung Allah di masa depan. Padahal, bukanlah tugas kita untuk mengetahui segalanya. Cukup bagi kita untuk memahami peran kita hari ini, dan memercayakan sisanya kepada-Nya.

Apakah peran kita? Yesus menjawabnya dengan sangat jelas:

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu... dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." (Matius 22:37-39)

Singkatnya, kehendak Allah adalah Kasih.

Kasih di sini bukanlah sekadar emosi yang pasang surut, melainkan sebuah keputusan untuk memberi diri. Kasih berarti mempersembahkan diri kita dalam setiap detail kehidupan. Setiap detik yang dianugerahkan kepada kita adalah kesempatan untuk mencintai Tuhan dan sesama, serta mengizinkan diri kita dicintai oleh mereka. Kehendak-Nya adalah agar kita melakukan segala sesuatu dengan hati yang utuh, terarah penuh pada apa yang sedang kita jalani saat ini.

Mewujudkan Kehendak-Nya Secara Konkret

Lalu, bagaimana kita bisa mengenali kehendak Tuhan dari waktu ke waktu dalam keseharian? Tuhan sebenarnya menyediakan banyak rambu untuk menuntun kita:

  • Melalui Panduan Rohani: Tuhan berbicara melalui Sabda-Nya, ajaran Gereja, serta bimbingan dari sesama, terutama mereka yang menjadi pembimbing rohani kita.

  • Melalui Tugas Saat Ini: Sebagian besar waktu, kehendak Tuhan itu sangat gamblang. Jika Anda berada di kantor, kehendak-Nya adalah Anda bekerja dengan dedikasi dan jujur. Jika Anda sedang menyetir, kehendak-Nya adalah Anda mengemudi dengan hati-hati dan sabar terhadap pengguna jalan lain.

  • Melalui Doa dalam Ketidakpastian: Ada kalanya jalan di depan tampak kabur dan tidak jelas. Di saat-saat kebingungan inilah kita dipanggil untuk berhenti sejenak, berdoa lebih dalam, dan mencari bimbingan-Nya untuk melangkah maju.

Sebagai pegangan, kita dapat meyakini satu hal: semakin kita setia dan berusaha melakukan kehendak Tuhan dalam hal-hal terkecil di kehidupan sehari-hari, semakin tajam pula hati kita untuk membedakan apa yang Dia inginkan dari kita di masa depan.

Doa Umat 
    
Saudara-saudari, marilah kita menghadap Allah Bapa di surga dengan permohonan-permohonan ini, seraya meyakini bahwa Ia mengasihi kita dan mendengarkan doa-doa kita.
 
Bagi Gereja di seluruh dunia: Semoga Allah menanamkan benih sabda-Nya di dalam hati kita. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagi para pejabat pemerintah: Semoga mereka dibimbing oleh Roh Kudus saat mengambil keputusan dengan mendengarkan suara rakyat. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagi mereka yang menderita akibat dosa dendam atau kebencian: Semoga mereka mengalami kebebasan dan damai sejahtera dari kasih Allah. Marilah kita berdoa:
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagi kita yang berkumpul di sini: Semoga kita dikuatkan dan dihibur setiap hari dalam pengharapan akan Tuhan. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Bagi jiwa-jiwa di api penyucian: Semoga mereka segera disambut dalam keselamatan kekal. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Ya Tuhan Allah, kami bersyukur karena Engkau mengasihi kami dan tidak pernah membiarkan doa-doa kami tak terjawab. Dalam kerahiman-Mu, kabulkanlah permohonan kami sesuai dengan kehendak-Mu yang kudus, sebagaimana kami berdoa dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin.
 

Orang Kudus hari ini: 21 Agustus 2026 Paus St. Pius X 
 

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.