Mazmur Tanggapan: Mzm 107:2-3.4-5.6-7.8-9; R:1 "Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setia-Nya."
Bait Pengantar Injil: Mzm 25:5c "Tunjukkanlah lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan, bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar."
Memahami dan Menghidupi Kehendak Tuhan Setiap Saat
Tanpa Tuhan, kita sungguh tidak berdaya. Setiap napas, langkah, dan pencapaian kita selalu mengandaikan satu hal: "dengan rahmat Tuhan." Jika kasih dan penyertaan-Nya berhenti sejenak saja, kita tidak akan ada lagi.
Namun, di balik ketergantungan mutlak kita ini, terdapat sebuah misteri yang indah: Tuhan memilih untuk "membutuhkan" kita. Tuhan tentu saja Maha Kuasa dan tidak bergantung pada apa pun. Tetapi, dalam karya penciptaan dan penebusan-Nya, Dia tidak ingin bekerja sendiri. Dia tidak bisa memaksakan keselamatan atau cinta-Nya kepada kita, karena Dia menciptakan kita sebagai anak-anak-Nya yang merdeka, bukan sebagai budak. Kasih sejati senantiasa mengandaikan kehendak bebas. Karena itu, agar kehendak-Nya "terjadilah di bumi seperti di dalam surga," Tuhan menanti kesediaan dan partisipasi kita.




