| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Juli 05, 2026

Senin, 06 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XIV


Bacaan I: Hos 2:13.14b-15.18-19 "Aku akan menjadikan dikau istriku untuk selama-lamanya."

Mazmur Tanggapan: Mzm 145:2-3.4-5.6-7.8-9 "Tuhan itu pengasih dan penyayang."

Bait Pengantar Injil: 2Tim 1:10b "Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil."

Bacaan Injil: Mat 9:18-26 "Anakku baru saja meninggal; tetapi datanglah, maka ia akan hidup." 
 
warna liturgi hijau 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini

Credit: PaulCalbar/istock.com

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, dikatakan bahwa tawa adalah obat terbaik. Memang, ada manfaat emosional dan fisik dari tertawa lepas. Tetapi tentu saja, itu tergantung pada apa yang kita tertawakan. Ketika kita mampu menertawakan kesalahan dan kebodohan kita sendiri, maka kita tidak terlalu keras pada diri sendiri. Ketika kita melihat sisi yang lebih ringan dari diri kita sendiri, itu tentu bermanfaat bagi kita secara emosional dan fisik. Tetapi ketika kita menertawakan orang lain karena kita berpikir bahwa apa yang mereka lakukan dan pikirkan itu konyol dan bodoh, mungkin lebih baik untuk menahan tawa itu terlebih dahulu.

Dalam Injil, ketika Yesus melihat orang banyak membuat keributan tentang kematian gadis kecil itu, Dia menyuruh mereka pergi, dan Dia berkata bahwa gadis kecil itu tidak mati tetapi hanya tertidur. Orang banyak menertawakan-Nya, tetapi kemudian, mereka tentu tidak tertawa ketika mereka melihat gadis kecil itu hidup dan sehat. Pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah Injil ini adalah bahwa lebih baik berhati-hati daripada bersikap lancang. Ada banyak hal yang tidak kita pahami dan juga ketidaktahuan kita tentang bagaimana Tuhan dapat melakukan apa yang kita anggap mustahil. Mari kita menertawakan kebodohan dan ketidaktahuan kita sendiri, dan itu akan menjadi obat terbaik bagi diri kita sendiri.

Doa Umat 
   
Saudara-saudari, dengan penuh keyakinan kita mempercayakan niat kita kepada Allah kita yang penuh kasih. 
 
Bagi semua anggota Gereja: Semoga Allah Bapa mengizinkan kesaksian kita menjadi mercusuar terang di dunia yang sangat lelah ini. Marilah kita berdoa:
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagi para pejabat pemerintah, Semoga Bapa membantu mereka dalam menggunakan kekuasaan mereka sesuai dengan rencana-Nya. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagiorang sakit dan yang menderita, semoga mereka mengenal kuasa sentuhan penyembuhan Yesus. Marilah kita berdoa:
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Bagi kita semua yang berkumpul di sini, semoga Roh Kudus membimbing kita dalam jalan iman, harapan, dan kasih. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Dan bagi semua orang yang telah meninggal, yang ditandai dengan tanda iman, semoga mereka beristirahat selamanya di hadirat Allah dalam kepenuhan surga. Marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Ya Bapa di surga, kami memohon semoga Engkau mendengar dan menjawab doa-doa yang telah kami panjatkan dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.


lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.