Bacaan I: Yer 1:17-19 "Sampaikanlah kepada Yehuda segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka."
Mazmur Tanggapan: Mzm 71:1-4a.5-6b.15ab.17 "Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu."
Bait Pengantar Injil: Mat 5:10 "Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga."
Bacaan Injil: Mrk 6:17-29 "Aku mau supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis!"
warna liturgi merah
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
![]() |
| Karya: Grzegorz Zdziarski/istock.com |
Kadang-kadang kita bertanya-tanya apakah bersikap baik dan berbuat baik itu benar-benar sepadan. Sebab sering kali kita melihat, bahkan mengalami sendiri, bahwa kebaikan justru dibalas dengan kejahatan.
Yohanes Pembaptis ingin agar Herodes bertobat dan menjalani hidup yang baik. Sebab apa yang dilakukan Herodes itu menjerumuskannya pada kehancuran diri sendiri. Yohanes Pembaptis menaruh belas kasih kepada Herodes. Bahkan Herodes pun menyadari hal itu; itulah sebabnya ia merasa sangat tertekan ketika harus memerintahkan eksekusi Yohanes. Namun, kebaikan tidak dapat dibungkam ataupun dimusnahkan. Meskipun Santo Yohanes Pembaptis harus kehilangan nyawanya, kemartiran dan kesaksiannya akan kebaikan Tuhan tetap dirayakan oleh Gereja hingga hari ini.
Ketika kita menghayati nilai-nilai Kristiani—seperti kasih, kesabaran, kelemahlembutan, kerendahan hati, dan sebagainya—lalu justru mendapat perlakuan buruk, kita mungkin bertanya-tanya apakah semua itu ada gunanya. Namun, marilah kita ingat bahwa segala kebaikan berasal dari Allah. Saat kita berbuat baik, bukan hanya orang lain yang menerima manfaatnya. Kita sendiri pun mulai menyadari identitas Kristiani kita serta melihat kuasa kebaikan dan kuasa kasih Allah nyata bekerja dalam kehidupan orang lain.




