Bacaan I: 1Kor 2:1-5 "Aku mewartakan kepadamu kesaksian Kristus yang tersalib."
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:97.98.99.100.101.102; Ul: 97a "Betapa besar cintaku kepada hukum-Mu, ya Tuhan."
Bait Pengantar Injil: Luk 4:18 "Roh Tuhan menyertai Aku; Aku diutus Tuhan mewartakan kabar baik kepada orang-orang miskin."
Bacaan Injil: Luk 4:16-30 "Aku diutus menyampaikan kabar baik kepada orang miskin. Tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya."
Saudara-saudari
terkasih dalam Kristus, secara naluriah, saat kita ingin meyakinkan orang lain mengenai suatu gagasan atau produk, kita akan mengerahkan segenap upaya untuk menampilkan kesan yang memikat. Kita cenderung menonjolkan setiap manfaat dan keunggulan, serta menggunakan berbagai cara duniawi demi memasarkan hal tersebut agar terlihat menarik.
Namun, pemandangan yang sangat berbeda justru kita temukan dalam pewartaan Santo Paulus. Saat mewartakan Yesus Kristus, ia sama sekali tidak memamerkan kemampuan berpidato ataupun kecanggihan ilmu filsafat. Sebaliknya, dengan penuh rasa gentar dan gemetar, Paulus justru memilih untuk berbicara tentang Yesus sebagai Kristus yang disalibkan.
Jika diukur dengan harapan dan pandangan dunia, pesan semacam itu sesungguhnya dianggap sebagai sebuah kegagalan, atau setidaknya, tidak akan mampu menarik perhatian. Di sinilah letak keajaibannya: jika pada akhirnya ada orang yang tertarik dan menjadi percaya pada pesan tentang Kristus yang disalibkan itu, pastilah itu bukan karena kehebatan manusia, melainkan karena kuasa Roh Kudus yang menggerakkan hati mereka.
Hal ini sejalan dengan penegasan Santo Paulus bahwa iman selayaknya tidak bergantung pada hikmat filsafat manusia, melainkan bersandar penuh pada kuasa Allah. Oleh karena itu, marilah kita memandang Salib dan Kristus yang disalibkan itu dengan kacamata iman. Jika saat ini kita sungguh percaya bahwa Yesus wafat di kayu salib demi keselamatan kita, sadarilah dengan penuh syukur bahwa keyakinan tersebut adalah anugerah murni dari kuasa Allah yang telah bekerja di dalam diri kita.
warna liturgi hijau
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Namun, pemandangan yang sangat berbeda justru kita temukan dalam pewartaan Santo Paulus. Saat mewartakan Yesus Kristus, ia sama sekali tidak memamerkan kemampuan berpidato ataupun kecanggihan ilmu filsafat. Sebaliknya, dengan penuh rasa gentar dan gemetar, Paulus justru memilih untuk berbicara tentang Yesus sebagai Kristus yang disalibkan.
Jika diukur dengan harapan dan pandangan dunia, pesan semacam itu sesungguhnya dianggap sebagai sebuah kegagalan, atau setidaknya, tidak akan mampu menarik perhatian. Di sinilah letak keajaibannya: jika pada akhirnya ada orang yang tertarik dan menjadi percaya pada pesan tentang Kristus yang disalibkan itu, pastilah itu bukan karena kehebatan manusia, melainkan karena kuasa Roh Kudus yang menggerakkan hati mereka.
Hal ini sejalan dengan penegasan Santo Paulus bahwa iman selayaknya tidak bergantung pada hikmat filsafat manusia, melainkan bersandar penuh pada kuasa Allah. Oleh karena itu, marilah kita memandang Salib dan Kristus yang disalibkan itu dengan kacamata iman. Jika saat ini kita sungguh percaya bahwa Yesus wafat di kayu salib demi keselamatan kita, sadarilah dengan penuh syukur bahwa keyakinan tersebut adalah anugerah murni dari kuasa Allah yang telah bekerja di dalam diri kita.
Doa Umat
Dengan kerendahan hati, marilah kita sampaikan permohonan-permohonan ini kepada Bapa yang penuh belas kasih.
Bagi Gereja semesta: Semoga Yesus
menjadi penuntun kita dalam menggunakan karunia-karunia kita demi
membangun Tubuh Kristus, marilah kita berdoa.
Tuhan,
dengarkanlah doa kami.
Bagi para pemimpin di seluruh dunia: Semoga Roh
Kebenaran menggerakkan mereka untuk mewujudkan perdamaian dan
kesejahteraan di antara segala bangsa, marilah kita berdoa: Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi saudara-saudari kita yang menjadi korban kelaliman, kekejaman, dan ketidakadilan: Semoga Bapa memandang dengan penuh belas kasih mereka yang tak bersalah, yang saat ini menderita akibat penganiayaan dan penindasan. Berikanlah mereka kekuatan iman, penghiburan di tengah penderitaan, dan perlindungan dari segala bahaya. Kami juga memohon rahmat pertobatan bagi mereka yang melakukan kekejaman, agar Engkau melembutkan hati mereka untuk berbalik menuju jalan damai dan keadilan-Mu.
Marilah kita mohon...
Marilah kita mohon...
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi mereka yang setiap hari hidup dalam
sakit atau penderitaan: Semoga Allah melimpahkan kasih dan jamahan
penyembuhan-Nya bagi mereka, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi kita semua yang berkumpul di sini: Semoga Roh
Kudus memampukan kita mengenali kehadiran Kristus dalam diri sesama,
marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi semua orang yang telah meninggal dunia: Semoga mereka menikmati damai
sejahtera di Kerajaan Surga bersama para malaikat dan orang-orang
kudus, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Allah Bapa yang penuh kasih, kami menyerahkan doa-doa ini ke dalam
pemeliharaan-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin.
Amin.




