| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

September 07, 2026

Selasa, 08 September 2026 Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria

 

Bacaan I: Mi 5:1-4a "Tibalah saatnya perempuan yang mengandung itu melahirkan."
Atau Rm 8:28-30

Mazmur Tanggapan: Mzm 13:6ab,6cd "Aku bersukacita dalam Tuhan"

Bait Pengantar Injil: Yoh 15:16 "Berbahagialah engkau, hai Perawan Maria, dan sangat terpuji. Sebab dari padamu telah terbit Sang Surya Keadilan, yakni Kristus, Allah kita."

Bacaan Injil: Mat 1:1-16.18-23 (1:18-23) "Anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus."
 
 
warna liturgi putih
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
 
 

Ketika kita membayangkan ayat Kitab Suci yang ideal untuk merayakan hari ulang tahun seseorang, pikiran kita mungkin akan tertuju pada sabda-sabda indah yang berisi berkat dan sukacita. Namun, sungguh menarik bahwa untuk merayakan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria, Gereja justru memilih perikop dari Injil Matius yang terdengar begitu manusiawi dan sarat akan pergumulan, yakni kisah ketika Yusuf berniat menceraikan Maria secara diam-diam. Situasi yang rumit ini tentu menghadirkan ketakutan yang nyata bagi Maria akan masa depan yang penuh ketidakpastian. Akan tetapi, justru di sinilah sisi kemanusiaan Maria dan Yusuf ditonjolkan dengan begitu indah, mengingatkan kita bahwa tokoh-tokoh suci ini pun tidak luput dari rasa takut dan kekhawatiran saat mereka harus melangkah untuk memenuhi kehendak Allah.

Seringkali, rasa takut memang memiliki kekuatan yang melumpuhkan, menahan kita dari keberanian untuk melakukan kehendak Tuhan dan memuliakan nama-Nya. Namun, sama seperti Tuhan mengutus malaikat-Nya untuk meredakan keraguan mereka—berkata "jangan takut" kepada Maria saat Kabar Sukacita dan mengulangi pesan yang sama kepada Yusuf dalam mimpinya—pesan keteguhan hati itu pula yang kini bergema bagi kita. Melalui perayaan Ekaristi ini, Tuhan secara pribadi mengundang kita untuk melepaskan segala ketakutan tersebut karena Ia senantiasa menyertai langkah kita. Terlebih lagi, kita tidak pernah berjalan sendirian, sebab kita memiliki Bunda Surgawi yang selalu setia mendoakan anak-anaknya. Melalui doa-doanya, Bunda Maria memohon agar kita mampu meneladaninya, yakni menjadi pembawa kehadiran Yesus bagi sesama, sehingga dunia pun pada akhirnya tahu dan percaya bahwa Allah selalu hadir menyertai mereka.
 
 
Doa Umat 
 
Kita haturkan permohonan kita ke hadapan Allah, yang menghendaki keselamatan bagi seluruh umat manusia. 
 
Bagi Bapa Suci kita, Paus Leo XIV: Semoga Bapa dalam kebaikan-Nya yang ilahi senantiasa menjaga dan memeliharanya, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Bagi perdamaian dunia: Semoga kasih dan keadilan Allah membimbing mereka yang memegang kekuasaan dan wewenang, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Bagi mereka yang menderita karena berbagai cobaan: Semoga Kristus menganugerahkan damai dan kekuatan bagi mereka, marilah kita berdoa.  
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
   
Bagi umat beriman yang berkumpul di sini: Semoga Bapa menguduskan kita sebagaimana Santa Perawan Maria hidup kudus dan penuh rahmat, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagi semua orang yang telah meninggal dunia: Semoga mereka beristirahat dalam damai abadi Allah, marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Allah yang Mahabaik, kami mempercayakan doa-doa kami kepada-Mu. Dengarkan dan kabulkanlah doa-doa kami, kami mohon dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.  

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.