Bacaan I: Mi 7:14-15.18-20 "Kiranya Engkau menunjukkan kasih setia-Mu"
Mazmur Tanggapan: Mzm 85:2-4.5-6.7-8
Bait Pengantar Injil: Yoh 14:23 "Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya."
Bacaan Injil: Mat 12:46-50 "Sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya, Yesus bersabda, "Inilah ibu-Ku, inilah saudara-Ku."
warna liturgi hijau
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Pada zaman Perjanjian Lama, gambaran orang-orang tentang dewa adalah sosok yang perkasa dan kuat. Oleh karena itu, ketika suatu bangsa berperang dengan bangsa lain, itu juga merupakan pertempuran antara dewa-dewa kedua bangsa tersebut. Sang penakluk juga akan menghancurkan semua patung batu atau kayu dewa bangsa yang dikalahkan untuk menunjukkan kekuatan dewa sang penakluk. Terkait dengan kekuatan dan kehebatan dewa tersebut, juga terdapat kemarahan dan hukuman yang akan ditimpakan dewa kepada umat jika umat tersebut tidak taat atau berpaling darinya. Di sinilah letak perbedaan mendasar antara Allah Israel dan dewa-dewa bangsa lain. Sebagaimana Allah melindungi dan menyediakan bagi umat-Nya, Ia juga adalah Allah yang penuh belas kasihan, lambat marah dan kaya akan kasih.
Dalam bacaan pertama, nabi Mikha menegaskan sifat Allah ini ketika ia berkata: "Adakah Allah lain seperti Engkau yang mengampuni dosa-dosa dan memaafkan pelanggaran yang dilakukan oleh sisa-sisa milik-Nya sendiri? Yang tidak murka untuk selama-lamanya, melainkan berkenan pada kasih setia? " Itulah gambaran Allah yang ditunjukkan Yesus, dan itulah juga Allah yang kita sembah dan puja. Di dalam dan melalui Yesus, kita menyebut Allah sebagai Bapa kita. Di dalam dan melalui Yesus kita mengetahui apa yang Dia inginkan dari kita, anak-anak-Nya. Kehendak Bapa kita adalah agar kita menjadi seperti Dia, penuh belas kasihan, lambat marah dan kaya akan kasih. Marilah kita membiarkan Tuhan memimpin dan membimbing kita di jalan kebenaran, dan membantu kita untuk tetap setia kepada-Nya, dalam segala hal yang kita katakan, lakukan, dan perbuat. Amin.
Doa Umat
Marilah kita memohon kepada Allah Bapa kita untuk membantu kita dengan semua kebutuhan kita.
Bagi
para pemimpin Gereja, semoga hati Gembala yang Baik menjadi penuntun
mereka saat mereka berusaha untuk menjalani kehidupan yang kudus,
marilah kita berdoa,
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi
semua bangsa dan orang-orang yang berperang, semoga Roh Kudus
menginspirasi dan membimbing mereka menuju perdamaian. Marilah kita
berdoa,
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi
semua yang bergumul dengan dosa kebiasaan, semoga Yesus memberi mereka
kekuatan dan kasih karunia untuk mengatasinya. Marilah kita berdoa,
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi komunitas iman kita, semoga Tuhan membantu kita untuk selalu percaya pada janji-janji kasih-Nya. Marilah kita berdoa,
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi
jiwa-jiwa orang beriman yang telah meninggal, semoga melalui rahmat
Tuhan mereka beristirahat dalam damai. Marilah kita berdoa,
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Allah
Bapa kami yang kekal dan penuh belas kasihan, kami memohon kepada-Mu
semoga Engkau mendengarkan doa-doa yang kami panjatkan hari ini dengan
pengantaraan Kristus, Tuhan kami.



