| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

September 10, 2026

Sabtu, 12 September 2026 Hari Biasa Pekan XXIII

 

Bacaan I: 1Kor 10:14-22a "Kita  Sabtu, 12 September 2026 Hari Biasa Pekan XXIII ini sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu."

Mazmur Tanggapan: Mzm 116:12-13.17-18 "Aku mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, ya Tuhan."

Bait Pengantar Injil: Yoh 14:23 "Orang yang mengasihi Aku akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya."

Bacaan Injil: Luk 6:43-49 "Mengapa kalian berseru kepada-Ku, 'Tuhan, Tuhan!' padahal kalian tidak melakukan apa yang Kukatakan?"
 
warna liturgi hijau 

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
 

 
  Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, hari ini kita diingatkan kembali akan indahnya persekutuan umat beriman yang dipersatukan oleh Tuhan melalui anugerah Ekaristi Kudus, di mana kita semua dilebur menjadi satu Tubuh dan satu Gereja yang senantiasa dijiwai oleh Roh Kudus menuju kehidupan kekal. Kesucian persekutuan ini adalah sesuatu yang harus kita rawat dan pertahankan dengan sungguh-sungguh, sebagaimana yang ditekankan oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus ketika ia memperingatkan mereka untuk tidak menduakan Tuhan dengan mengambil bagian dalam persembahan berhala maupun upacara pagan yang marak pada masa itu. 
  
Tindakan menyekutukan Tuhan—sekalipun mungkin dilakukan karena tekanan lingkungan—tidak hanya melanggar Perintah Pertama Allah, tetapi juga menodai kesatuan komunitas beriman serta menjadi batu sandungan bagi sesama. Peringatan Rasul Paulus ini sejalan dengan sabda Tuhan dalam Injil hari ini, yang mengibaratkan kehidupan iman kita seperti pohon yang dinilai dari buahnya, serta rumah yang kekuatannya bergantung mutlak pada fondasinya. Tuhan Yesus menegaskan bahwa iman yang sejati tidak cukup hanya sebatas ucapan di bibir atau sekadar menjadi pendengar firman.
  
 Bagi kita di zaman sekarang, berhala yang mengancam fondasi iman tersebut mungkin bukan lagi patung-patung dewa kuno, melainkan wujud lain yang tak kalah menjeratnya, yakni kesombongan, egoisme, keserakahan, pemuasan hawa nafsu, dan segala ambisi duniawi yang perlahan-lahan menjauhkan kita dari kasih karunia Allah. Jika kita membiarkan diri dikuasai oleh berhala-berhala modern ini, kita akan terseret ke dalam jalan kemunafikan, menjadi umat yang bersikap mendua dan suam-suam kuku dalam menghayati kebenaran. Oleh karena itu, di tengah panggilan kita sebagai warga dunia, kita dituntut untuk selalu menempatkan Tuhan dan ketetapan-Nya di atas segalanya dengan menolak segala godaan yang dapat meruntuhkan fondasi rohani kita. Marilah kita memperbarui komitmen iman kita dengan membaktikan seluruh waktu, tenaga, dan hati murni kita untuk memuliakan nama-Nya, sehingga hidup kita dapat menghasilkan buah yang baik dan menjadi terang yang menginspirasi sesama untuk turut melangkah di jalan keselamatan. Semoga Allah senantiasa memberkati dan menyertai setiap usaha dan karya kita, kini dan sepanjang masa. Amin.
 

Doa Umat 
 
    Saudara-saudariku, dengan penuh keyakinan sekarang kita berpaling kepada Bapa kita yang penuh kasih dengan doa-doa permohonan kita. 
 
Bagi Gereja Allah yang kudus: Semoga Bapa memberkatinya dan membantunya bertumbuh dalam rahmat dan kebajikan, marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Bagi para pemimpin negara kita: Semoga Roh Kudus membimbing mereka, agar mereka mau mendengarkan aspirasi masyarakat, serta tidak mementingkan kepentingannya sendiri. marilah kita berdoa: 
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagi keluarga-keluarga yang menderita perselisihan, semoga rahmat Tuhan bekerja di dalam dan melalui mereka dan membawa penyembuhan dan rekonsiliasi, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagi kita semua di sini, semoga rahmat sakramen ini membimbing kita di jalan kebenaran dan terang, marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Bagi umat beriman yang telah meninggal, semoga mereka dapat turut serta dalam kepenuhan kemuliaan Kristus untuk selama-lamanya, marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Allah Bapa yang mahabijaksana, dengarkanlah doa-doa yang kami sampaikan dari perbendaharaan hati kami. Penuhilah kami dengan rahmat-Mu, agar kami senantiasa mampu menghasilkan buah-buah kebaikan melalui tutur kata dan tindakan nyata, serta tetap kokoh berdiri di tengah badai cobaan hidup. dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin.
 

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.