Bacaan I: Bil 21:4-9 "Semua orang yang terpagut ular akan tetap hidup, bila memandang ular perunggu."
Mazmur Tanggapan: Mzm 78:1-2.34-35.36-37.38 "Jangan melupakan perbuatan-perbuatan Allah."
Bacaan II: Flp 2:6-11 "Yesus merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia."
Bait Pengantar Injil: Ya Kristus, kami menyembah dan memuji Dikau, sebab dengan salib-Mu, Engkau telah menebus dunia.
Bacaan Injil: Yoh 3:13-17 "Anak manusia harus ditinggikan."
Mazmur Tanggapan: Mzm 78:1-2.34-35.36-37.38 "Jangan melupakan perbuatan-perbuatan Allah."
Bacaan II: Flp 2:6-11 "Yesus merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia."
Bait Pengantar Injil: Ya Kristus, kami menyembah dan memuji Dikau, sebab dengan salib-Mu, Engkau telah menebus dunia.
Bacaan Injil: Yoh 3:13-17 "Anak manusia harus ditinggikan."
warna liturgi merah
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Credit: JMLPYT/istock.com
Kita patut bermegah dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus; di dalam Dia ada keselamatan, kehidupan, dan kebangkitan kita; dan melalui Dia kita diselamatkan serta dibebaskan.
Saudara-saudari sekalian, kata-kata ini diambil dari antifon pembuka perayaan hari ini, yaitu Pesta Pemuliaan Salib Suc.i. Kata-kata ini mengungkapkan penekanan kuat Santo Paulus mengenai keutamaan mutlak Kristus dan salib-Nya sebagai jalan Allah menuju kekudusan dan keselamatan kita—sebuah pesan yang tidak hanya ditujukan kepada jemaat Galatia yang menerima pewartaan ini, tetapi juga kepada seluruh murid Kristus, sebagaimana tercermin dalam berbagai tulisannya.
"Ave crux, spes unica"—salam bagi salib, satu-satunya harapan kita. Ungkapan ini mungkin terdengar tidak masuk akal bagi mereka yang tidak memiliki iman. Mereka tidak dapat memahami mengapa ada orang yang dengan sukarela memuliakan sebuah sarana penyiksaan dan kematian. Sebagai umat yang telah diubahkan oleh kematian dan kebangkitan Kristus, kita tahu bahwa pesan yang dibawa Yesus bagi kita dan dunia tidak berakhir pada kematian. Kebangkitan Yesus memampukan kita memandang salib lebih dari sekadar apa yang dilihat dunia. Alih-alih kematian, Anda dan saya melihat kehidupan. Alih-alih penolakan dan kekalahan, Anda dan saya melihat kemenangan dan pemuliaan. Sikap Yesus yang dengan rendah hati taat sampai mati—bahkan mati di kayu salib—merupakan penyerahan diri Allah secara utuh bagi Anda, bagi saya, dan bagi semua orang. Melalui peristiwa ini, Anda, saya, dan seluruh dunia belajar tentang apa yang telah Allah lakukan bagi Kristus.



