| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

September 15, 2026

Rabu, 16 September 2026 Peringatan Wajib St. Kornelius, Paus-Martir dan Siprianus, Uskup-Martir

 

Bacaan I: 1Kor 12:31-13:13 "Sekarang tinggal iman, harapan, dan kasih, namun yang paling besar diantaranya adalah kasih."
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 33:2-3.4-5.12.22 "Berbahagialah bangsa yang dipilih Tuhan menjadi milik-Nya."
 
Bait Pengantar Injil:  Lih. Yoh 6:63c, 68c "Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Pada-Mulah sabda kehidupan kekal."
 
Bacaan Injil: Luk 7:31-35 "Hikmat Allah dibenarkan oleh orang yang menerimanya."
     
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 


     

Saudara-saudari terkasih, sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa panggilan utama dan tujuan hidup kita sebagai umat Kristiani adalah untuk mengasihi secara tulus dan tanpa pamrih. Melalui suratnya kepada jemaat di Korintus,  Rasul Paulus menegaskan bahwa tanpa kasih, segala karunia, bakat, dan kehebatan kita menjadi sia-sia belaka. Kasih sejati tidak memegahkan diri atau bersikap egois, melainkan berwujud dalam kepedulian yang nyata kepada sesama—baik kepada orang-orang terdekat, mereka yang sedang menderita, maupun orang asing yang kita jumpai setiap hari.

Tanpa kasih dan kerendahan hati, kita sangat rentan jatuh ke dalam kesombongan rohani. Inilah yang terjadi pada kaum Farisi dan ahli Taurat; keangkuhan dan ego membuat mereka buta sehingga menolak kehadiran Tuhan Yesus dan Yohanes Pembaptis. Mereka merasa diri paling benar dan justru menghakimi Tuhan karena Ia berinteraksi serta merangkul orang-orang berdosa. Kesombongan semacam ini menghalangi kita untuk melihat karya keselamatan Allah dan dapat mengubah kita menjadi pribadi yang munafik, yang pada akhirnya lebih mencintai ego sendiri daripada mencintai Tuhan dan sesama yang dipercayakan kepada kita.

Teladan kasih tanpa syarat dan kerahiman Allah ini dihidupi secara nyata oleh dua tokoh besar yang Gereja peringati hari ini: Paus Santo Kornelius dan Santo Siprianus dari Kartago. Pada masa penganiayaan awal yang kejam, muncul kelompok Novatian yang bersikap kaku dan menolak menerima kembali umat yang sempat murtad atau menyangkal iman demi menyelamatkan nyawa. Namun, Santo Kornelius dan Santo Siprianus menentang keras kesombongan rohani tersebut. Mereka memperjuangkan kebenaran yang indah bahwa Gereja bukanlah sekadar museum bagi orang-orang kudus, melainkan rumah sakit bagi orang-orang berdosa. Gereja adalah perpanjangan tangan kerahiman Allah yang pintunya senantiasa terbuka lebar bagi siapa saja yang sungguh-sungguh bertobat dan rindu kembali ke dalam dekapan kasih-Nya.

Oleh karena itu, marilah kita menghidupi kasih karunia Allah dalam keseharian kita dengan menjadi saksi Kristus yang otentik—yang tidak hanya pandai berbicara tentang iman, tetapi sungguh-sungguh mewujudkannya melalui tindakan belas kasih. Marilah kita saling mendukung dalam perjuangan hidup ini dan menjadi cerminan kasih Allah yang tak terbatas bagi dunia.

Doa Umat 
 
Saudara-saudariku, marilah kita menyerahkan diri kita ke tangan Bapa kita yang penuh kasih saat kita menyampaikan kebutuhan kita kepada-Nya.
  
Bagi Gereja: Semoga Roh Kudus menganugerahkan rahmat kepadanya untuk dengan berani mewartakan Injil kepada dunia, marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagi mereka yang dipercaya memegang kekuasaan dan membentuk kebijakan publik: Semoga Tuhan memberdayakan mereka untuk bekerja dengan penuh integritas dan keadilan demi kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat. Jauhkanlah mereka dari segala bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta bebaskanlah hati mereka dari keinginan untuk sekadar mementingkan diri sendiri atau kelompoknya. Marilah kita berdoa: 
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Bagi semua orang yang hidup dengan kecemasan atau ketakutan, semoga kasih Kristus memenuhi hati mereka dengan damai sejahtera, marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Bagi semua anggota komunitas iman ini: Semoga Bapa menambah karunia iman, harapan, dan kasih di dalam diri kita, marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagi orang-orang terkasih kita yang telah meninggal: Semoga Allah Bapa kita yang penuh kasih membawa mereka ke dalam persatuan abadi dengan-Nya di Surga, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagi para korban musibah tenggelamnya Kapal Virgo.
Semoga saudara-saudari kami yang telah berpulang dalam tragedi tenggelamnya Kapal Virgo diterima dalam pelukan kasih-Mu; semoga Engkau menyucikan mereka dari segala dosa dan menganugerahkan kedamaian abadi di surga. Kami juga memohon belas kasih-Mu bagi para korban yang selamat; berikanlah pemulihan bagi fisik maupun batin mereka, serta anugerahkanlah ketabahan, kekuatan, dan penghiburan bagi seluruh keluarga yang sedang berduka dan menanti dengan cemas.
Marilah kita mohon...
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Allah Bapa yang mahabijaksana, curahkanlah Roh-Mu untuk melembutkan hati kami. Karuniakanlah kami kebijaksanaan sejati, agar kami peka mengenali kehadiran-Mu dalam setiap peristiwa dan dengan rendah hati menerima kehendak-Mu. Dengarkanlah permohonan kami saat kami menyampaikan doa-doa ini kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.