| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

September 13, 2026

Senin, 14 September 2026 Pesta Pemuliaan Salib Suci

 
Bacaan I: Bil 21:4-9 "Semua orang yang terpagut ular akan tetap hidup, bila memandang ular perunggu."
   
Mazmur Tanggapan: Mzm 78:1-2.34-35.36-37.38 "Jangan melupakan perbuatan-perbuatan Allah."

Bacaan II: Flp 2:6-11 "Yesus merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia."
     

Bait Pengantar Injil: Ya Kristus, kami menyembah dan memuji Dikau, sebab dengan salib-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Bacaan Injil: Yoh 3:13-17 "Anak manusia harus ditinggikan."
 
warna liturgi merah 
 

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini

 

Credit: JMLPYT/istock.com
 

  

 Kita patut bermegah dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus; di dalam Dia ada keselamatan, kehidupan, dan kebangkitan kita; dan melalui Dia kita diselamatkan serta dibebaskan. 

Saudara-saudari sekalian, kata-kata ini diambil dari antifon pembuka perayaan hari ini, yaitu Pesta Pemuliaan Salib Suc.i. Kata-kata ini mengungkapkan penekanan kuat Santo Paulus mengenai keutamaan mutlak Kristus dan salib-Nya sebagai jalan Allah menuju kekudusan dan keselamatan kita—sebuah pesan yang tidak hanya ditujukan kepada jemaat Galatia yang menerima pewartaan ini, tetapi juga kepada seluruh murid Kristus, sebagaimana tercermin dalam berbagai tulisannya.

"Ave crux, spes unica"—salam bagi salib, satu-satunya harapan kita. Ungkapan ini mungkin terdengar tidak masuk akal bagi mereka yang tidak memiliki iman. Mereka tidak dapat memahami mengapa ada orang yang dengan sukarela memuliakan sebuah sarana penyiksaan dan kematian. Sebagai umat yang telah diubahkan oleh kematian dan kebangkitan Kristus, kita tahu bahwa pesan yang dibawa Yesus bagi kita dan dunia tidak berakhir pada kematian. Kebangkitan Yesus memampukan kita memandang salib lebih dari sekadar apa yang dilihat dunia. Alih-alih kematian, Anda dan saya melihat kehidupan. Alih-alih penolakan dan kekalahan, Anda dan saya melihat kemenangan dan pemuliaan. Sikap Yesus yang dengan rendah hati taat sampai mati—bahkan mati di kayu salib—merupakan penyerahan diri Allah secara utuh bagi Anda, bagi saya, dan bagi semua orang. Melalui peristiwa ini, Anda, saya, dan seluruh dunia belajar tentang apa yang telah Allah lakukan bagi Kristus.

Allah telah meninggikan Dia. Allah telah menganugerahkan kepada-Nya nama di atas segala nama. Kematian Yesus di kayu salib membawa transformasi bagi setiap orang yang mengikuti-Nya dan bagi seluruh umat manusia.
Dia telah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya—baik yang ada di bumi maupun di surga, sebagaimana diwartakan Santo Paulus—dengan mengadakan damai melalui darah salib-Nya. Terlepas dari berbagai paradoks yang melekat pada salib—kematian dan kehidupan, penderitaan dan sukacita, kehinaan dan pemuliaan—satu hal yang pasti: tindakan Yesus merangkul salib memanggil setiap murid-Nya untuk melakukan hal yang sama.
 
Dengan melakukan hal itu, Anda dan saya memilih kehidupan—kehidupan baru dan kehidupan kekal—melalui ketaatan, penyerahan diri, dan kesetiaan hingga akhir. Memang, merangkul salib senantiasa menuntut pengorbanan besar, namun di dalam dan bersama Kristus, Anda dan saya memiliki keberanian untuk melakukannya. Melalui iman kita kepada Yesus Kristus, Anda dan saya ditarik ke dalam misteri salib suci Kristus sebagai sumber kehidupan dan keselamatan kita.
 
Kematian-Nya di kayu salib menjembatani segala sesuatu yang memisahkan Allah dan kita—antara hidup dan mati, antara dosa dan rahmat, antara keselamatan dan kebinasaan. Harga yang harus dibayar bagi kita sama besarnya dengan harga yang dibayar oleh Putra Allah. Melalui penyerahan diri kepada Bapa—penyerahan diri kepada Allah lewat kematian-Nya—Yesus memperoleh hidup kekal, bukan hanya bagi diri-Nya sendiri, melainkan juga bagi Anda, bagi saya, dan bagi semua orang yang menghayati pesan Injil hari ini dari Yohanes 3:16: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
  
Diangkatnya Yesus ke kayu salib berarti Anda dan saya dapat ambil bagian dalam penderitaan serta kemuliaan kekal-Nya. Tantangan dari perayaan dan pembacaan Kitab Suci hari ini adalah untuk percaya serta bersaksi akan kebenaran bahwa hanya dengan merangkul salib, Anda dan saya menerima hidup kekal yang dijanjikan itu. Jalan untuk memperoleh penggenapan janji ini—yakni anugerah kehidupan yang bangkit—adalah melalui ketaatan yang rendah hati dan kasih yang tanpa pamrih.
 
Yesus adalah teladan bagi kita dalam hal mematikan egoisme dan dosa, serta bangkit menuju hidup baru di dalam Dia. Dengan menghayati misteri Paskah Kristus, Anda dan saya diserupakan dengan Dia—satu-satunya jalan, kebenaran, dan hidup. Itulah sebabnya kita berseru, "Ave Crux, Spes Unica": salam bagi salib, satu-satunya harapan kita. Maka, kita pun berseru sebagaimana saat mendoakan Jalan Salib: Kami menyembah-Mu, ya Kristus, dan kami memuji-Mu, sebab dengan salib-Mu yang suci, Engkau telah menebus dunia. Amin.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.