Bacaan I: 1Kor 15:12-20 "Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaanmu."
Mazmur Tanggapan: Mzm 17:1.6-7.8b.15 "Pada waktu bangun aku menikmati hadirat-Mu, ya Tuhan."
Bait Pengantar Injil: Mt 11:25 "Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil."
Bacaan Injil: Lk 8:1-3 "Beberapa wanita menyertai Yesus dan melayani Dia dengan harta bendanya."
Mazmur Tanggapan: Mzm 17:1.6-7.8b.15 "Pada waktu bangun aku menikmati hadirat-Mu, ya Tuhan."
Bait Pengantar Injil: Mt 11:25 "Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil."
Bacaan Injil: Lk 8:1-3 "Beberapa wanita menyertai Yesus dan melayani Dia dengan harta bendanya."
warna liturgi merah
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat dapat dikatakan luar biasa. Dan dengan munculnya AI (Kecerdasan Buatan) serta integrasinya ke dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, masa depan tampak menjanjikan dan menarik. Apa yang dulunya hanya berupa imajinasi dan khayalan dalam film-film fiksi ilmiah kini menjadi kenyataan, bahkan telah tersedia di pasar konsumen. Namun, terkait perkembangan spiritual pribadi manusia dan umat manusia secara umum, tampaknya hal ini kurang mendapat sorotan. Mungkin dunia sekuler ingin menghindari keterlibatan agama dalam urusan duniawi. Akan tetapi, manusia juga merupakan makhluk spiritual, dan umat manusia memiliki dimensi spiritual dalam dirinya.
Dalam bacaan pertama, saat Rasul Paulus berbicara tentang Kebangkitan Kristus, ia juga mengatakan bahwa jika pengharapan kita kepada Kristus hanya terbatas pada kehidupan saat ini saja, maka kitalah orang yang paling malang. Sebab sebagai umat Kristiani, kita telah diangkat ke dalam kehidupan spiritual yang lebih tinggi, dan misi kita adalah membantu sesama mengembangkan dimensi spiritual dalam hidup mereka. Jadi, berkat ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia mampu menjangkau luar angkasa. Namun, hanya bersama Yesus-lah kita dapat menjangkau kedalaman hati kita, serta menaruh pengharapan kepada Allah—baik di dunia ini maupun di kehidupan yang akan datang.
Doa Umat
Marilah kita menyampaikan permohonan kita dengan penuh keyakinan, seraya menyadari bahwa bagi Allah segala sesuatu mungkin terjadi.
Bagi Bapa Suci kita: Semoga ia dianugerahi karunia kesetiaan dan integritas serta semakin teguh dalam bersaksi tentang Kristus, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi semua bangsa: Semoga segala bangsa dapat mengenal kemuliaan dan kebebasan anak-anak Allah serta hidup dalam damai yang abadi, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi mereka yang sakit dan miskin, yang lemah dan yang sedang menghadapi ajal: Semoga Tuhan menjadi penghibur dan tempat perlindungan bagi mereka di tengah penderitaan, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi arwah kaum beriman: Semoga Tuhan menyambut mereka ke dalam cahaya kerajaan-Nya yang kekal, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Dalam kasih-Mu, ya Tuhan, kabulkanlah doa kami yang sederhana ini. Berilah kami rahmat untuk melihat apa yang harus kami lakukan dan kekuatan untuk melaksanakannya. Kami memanjatkan doa ini dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.




