Bacaan I: 1Kor 15:1-11 "Begitulah kami mengajar dan begitu pulalah kamu mengimani."
Mazmur Tanggapan: Mzm 118:1-2.16ab-17.28 "Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia!"
Bait Pengantar Injil: Mat 11:28 "Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu."
Bacaan Injil: Luk 7:36-50 "Dosanya yang banyak telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih."
warna liturgi hijau
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Piramida Mesir merupakan pemandangan yang terkenal, dan Piramida Agung Giza adalah salah satu keajaiban dunia kuno. Struktur piramida-piramida tersebut serupa: bagian atasnya meruncing, sedangkan bagian dasarnya lebar. Piramida mencerminkan struktur masyarakat, di mana pemerintah dan para pemimpin berada di puncak, sementara rakyat jelata berada di bagian dasar. Dalam arti tertentu, terdapat harmoni yang tenang antara puncak dan dasar, selaras dengan bagaimana sebuah piramida berdiri kokoh melintasi zaman. Bagian dasar yang terdiri dari rakyat jelata tidak boleh dan tidak bisa diabaikan; sebab jika dasar tersebut tergerus dan terabaikan, seluruh struktur akan terancam runtuh.
Santo Paulus adalah seorang misionaris besar bagi bangsa-bangsa non-Yahudi, namun dalam bacaan pertama, ia mengakui dirinya sebagai yang paling hina di antara para rasul karena pernah menganiaya Gereja. Namun, terjadi pengalaman pertobatan, dan kasih karunia Allah bekerja dengan penuh kuasa dalam diri Santo Paulus.
Dalam Injil, seorang perempuan yang memiliki reputasi buruk di kota itu diampuni dosanya oleh Yesus berkat kasih yang begitu besar yang ia tunjukkan kepada-Nya. Bacaan hari ini menyadarkan kita bahwa di lapisan dasar masyarakat, terdapat orang-orang berdosa dan mereka yang melakukan perbuatan jahat. Kita harus mendoakan pertobatan mereka agar mereka dapat mengalami pengampunan Allah. Dan seperti Santo Paulus serta perempuan dalam Injil tersebut, mereka akan menjadi dasar yang kokoh dan kuat dalam masyarakat.
Santo Paulus adalah seorang misionaris besar bagi bangsa-bangsa non-Yahudi, namun dalam bacaan pertama, ia mengakui dirinya sebagai yang paling hina di antara para rasul karena pernah menganiaya Gereja. Namun, terjadi pengalaman pertobatan, dan kasih karunia Allah bekerja dengan penuh kuasa dalam diri Santo Paulus.
Dalam Injil, seorang perempuan yang memiliki reputasi buruk di kota itu diampuni dosanya oleh Yesus berkat kasih yang begitu besar yang ia tunjukkan kepada-Nya. Bacaan hari ini menyadarkan kita bahwa di lapisan dasar masyarakat, terdapat orang-orang berdosa dan mereka yang melakukan perbuatan jahat. Kita harus mendoakan pertobatan mereka agar mereka dapat mengalami pengampunan Allah. Dan seperti Santo Paulus serta perempuan dalam Injil tersebut, mereka akan menjadi dasar yang kokoh dan kuat dalam masyarakat.




