Mazmur Tanggapan: Mzm 145:2-3.8-9.17-18 "Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya."
Bacaan II: Flp 1:20c-24.27a "Bagiku hidup adalah Kristus."
Bait Pengantar Injil: Kis 16:14b "Tuhan bukalah hati kami, sehingga kami memperhatikan Sabda Putra-Mu."
Bacaan Injil: Mat 20:1-16a "Iri hatikah engkau karena Aku murah hati?"
warna liturgi hijau
Kita kerap bertanya-tanya tentang apa yang diajarkan oleh konsep pekerjaan, upah, kesejahteraan, dan pengangguran mengenai Kerajaan Allah. Melalui perumpamaan para pekerja di kebun anggur, kita diajak menyelami kemurahan hati dan belas kasihan Tuhan yang luar biasa (Matius 20:1-16). Pada zaman Yesus, ketiadaan pekerjaan bukan sekadar hilangnya status, melainkan ancaman nyata akan kelaparan bagi keluarga. Sang majikan mempekerjakan buruh hingga sore hari semata-mata agar mereka tidak pulang dengan tangan kosong dan perut lapar. Meski pekerja yang datang lebih awal mengeluh karena upah yang disamakan, perumpamaan ini sejatinya menegaskan bahwa Tuhan bermurah hati membuka pintu Kerajaan-Nya bagi siapa saja, baik yang telah mengabdi seumur hidup maupun yang baru datang di saat-saat terakhir. Namun, di balik imbalan yang sama, motif di dalam hatilah yang menjadi pembeda. Ada yang bekerja sekadar menghitung imbalan, namun ada pula yang melayani dengan penuh cinta, sukacita, dan semangat kemurahan hati.




