Mazmur Tanggapan: Mzm 9:8-9.10-11.12-13 "Orang yang mencari Engkau tidak Kautinggalkan, ya Tuhan."
Menanti dalam Iman Saat Tuhan Terasa Diam
Saat hidup berjalan tenang dan terkendali, sangat mudah bagi kita untuk bersikap logis dan rasional. Kita jarang mengambil keputusan atau bereaksi dengan terburu-buru. Namun, kenyataan sering kali tidak seideal itu. Ketika badai datang—saat kita menyaksikan ketidakadilan, penindasan, atau kejahatan terjadi tepat di depan mata—kepanikan mulai mengambil alih. Kita mencari jawaban dan solusi dengan cemas.
Sebagai orang beriman, respons alami kita adalah berdoa. Sayangnya, ketika doa kita seolah tidak terjawab atau Tuhan terasa begitu lama bertindak, kita sering kali menjadikan-Nya sebagai sasaran rasa frustrasi dan kekecewaan kita.
Reaksi seperti ini sangatlah manusiawi. Bahkan, hal yang sama dialami oleh Nabi Habakuk, yang keluh kesahnya secara jujur dan terbuka dicatat dalam Kitab Suci. Habakuk bergumul dan tidak habis pikir: mengapa Tuhan membiarkan bangsa Yehuda dihukum oleh musuh yang jauh lebih kejam dan berdosa dari mereka? Ia memprotes Tuhan yang seolah-olah diam dan berpangku tangan sementara orang fasik menindas umat-Nya.
Namun, kisah ini tidak berhenti pada keputusasaan. Pada akhirnya, Tuhan menjawab keluhan Habakuk. Pesan Tuhan sangat jelas:
Sungguh, orang yang sombong tidak lurus hatinya; tetapi orang benar akan hidup berkat imannya. (Hab 2:4)
Inilah jawaban sekaligus janji Tuhan yang tak lekang oleh waktu untuk kita hari ini. Di tengah ketidakpastian, kita diundang untuk tetap menaruh kepercayaan penuh kepada Allah yang selalu mengasihi dan memedulikan kita.
Hal senada juga ditegaskan oleh Yesus dalam Injil. Ia selalu menekankan bahwa iman kepada Allah adalah fondasi dari segala sesuatu yang kita lakukan. Ketika kita memilih untuk terus percaya, kita akan menyadari satu kebenaran yang membebaskan: bersama Tuhan, tidak ada yang mustahil, dan keadilan-Nya akan selalu tiba pada waktu yang paling tepat.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Semoga Bapa senantiasa mengaruniakan kebijaksanaan, kekuatan, dan kerendahan hati kepada para pemimpin kami. Mampukanlah mereka untuk memimpin dengan adil, mengayomi yang lemah, dan membawa kedamaian bagi semua orang.
Marilah kita mohon...
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Semoga Roh Kudus senantiasa mengobarkan api kasih-Nya di dalam hati kita. Mampukanlah kami untuk menumbuhkan benih iman yang telah ditaburkan, agar hidup kami senantiasa berbuah kasih dan pengampunan bagi sesama.
Marilah kita mohon...
Amin.



