![]() |
| Author Nheyob |
Bacaan I: Yes 66:10-14c "Aku mengalirkan kepadanya keselamatan dari sungai."
Atau 1Kor 12:31-13:13 "Sekarang tinggal iman, harapan, dan kasih, namun yang paling besar diantaranya adalah kasih."
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:66.71.75.91.125.130 "Sinarilah hamba-Mu, ya Tuhan, dengan wajah-Mu."
Bait Pengantar Injil: Mat 11:25 "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan-Mu Kaunyatakan kepada orang kecil."
Bacaan Injil: Mat 18:1-5 "Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga."
Atau 1Kor 12:31-13:13 "Sekarang tinggal iman, harapan, dan kasih, namun yang paling besar diantaranya adalah kasih."
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:66.71.75.91.125.130 "Sinarilah hamba-Mu, ya Tuhan, dengan wajah-Mu."
Bait Pengantar Injil: Mat 11:25 "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan-Mu Kaunyatakan kepada orang kecil."
Bacaan Injil: Mat 18:1-5 "Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga."
warna liturgi putih
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus juga dikenal sebagai "Bunga Kecil Yesus".
Santa Theresia ditetapkan sebagai pelindung misi bersama Santo Fransiskus Xaverius pada tahun 1927.
Hal ini sungguh menakjubkan karena ia adalah seorang biarawati dalam komunitas Karmelit yang hidup dalam klausura (hidup tertutup) di Lisieux, Normandia, Prancis.
Berbeda dengan Santo Fransiskus Xaverius yang berkelana jauh untuk mewartakan Injil dan membaptis banyak orang, Santa Theresia menghabiskan seluruh hidup religiusnya di dalam biara yang tertutup.
Meskipun ia memiliki keinginan untuk pergi ke tanah misi, kondisi kesehatannya yang buruk menghalanginya untuk mewujudkan hal tersebut.
Namun demikian, ia senantiasa mendoakan karya misi, dan setiap tindakan kecilnya pun ia persembahkan kepada Allah dalam doa.
Dalam memoarnya, "Kisah Suatu Jiwa" (The Story of a Soul), ia mengatakan bahwa dirinya hanyalah jiwa yang sangat kecil, sehingga ia hanya dapat mempersembahkan hal-hal yang sangat sederhana kepada Allah.
Akan tetapi, ia mempersembahkan hal-hal sederhana tersebut kepada Allah dengan penuh kasih demi keselamatan jiwa-jiwa.
Itulah pula pesan yang terkandung dalam bacaan Injil hari ini: kerendahan hati seperti anak kecil adalah jalan menuju Kerajaan Allah.
Hati yang kecil, rendah hati, dan bersahaja seperti anak kecil—seperti hati Santa Theresia—itulah yang dipandang besar di mata Allah.
Santa Theresia ditetapkan sebagai pelindung misi bersama Santo Fransiskus Xaverius pada tahun 1927.
Hal ini sungguh menakjubkan karena ia adalah seorang biarawati dalam komunitas Karmelit yang hidup dalam klausura (hidup tertutup) di Lisieux, Normandia, Prancis.
Berbeda dengan Santo Fransiskus Xaverius yang berkelana jauh untuk mewartakan Injil dan membaptis banyak orang, Santa Theresia menghabiskan seluruh hidup religiusnya di dalam biara yang tertutup.
Meskipun ia memiliki keinginan untuk pergi ke tanah misi, kondisi kesehatannya yang buruk menghalanginya untuk mewujudkan hal tersebut.
Namun demikian, ia senantiasa mendoakan karya misi, dan setiap tindakan kecilnya pun ia persembahkan kepada Allah dalam doa.
Dalam memoarnya, "Kisah Suatu Jiwa" (The Story of a Soul), ia mengatakan bahwa dirinya hanyalah jiwa yang sangat kecil, sehingga ia hanya dapat mempersembahkan hal-hal yang sangat sederhana kepada Allah.
Akan tetapi, ia mempersembahkan hal-hal sederhana tersebut kepada Allah dengan penuh kasih demi keselamatan jiwa-jiwa.
Itulah pula pesan yang terkandung dalam bacaan Injil hari ini: kerendahan hati seperti anak kecil adalah jalan menuju Kerajaan Allah.
Hati yang kecil, rendah hati, dan bersahaja seperti anak kecil—seperti hati Santa Theresia—itulah yang dipandang besar di mata Allah.
Doa Umat
Marilah kita memohon kepada Bapa Surgawi agar Ia menolong kita dalam segala kebutuhan kita.
Semoga seluruh anggota Gereja terus bertumbuh dalam kekudusan dan kekuatan seraya kita melangkah bersama menuju Kristus. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Semoga para pejabat pemerintahan dibimbing oleh Roh Kudus untuk menetapkan hukum yang menjunjung tinggi martabat semua orang, khususnya mereka yang belum lahir.
Marilah kita berdoa.
Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Semoga mereka yang tidak dapat menjalankan imannya secara terbuka dikuatkan melalui curahan Roh Kudus. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Semoga anggota komunitas Ekaristi ini dianugerahi karunia kebijaksanaan dan keteguhan hati. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Semoga saudara-saudari kita yang telah meninggal dunia, serta semua orang yang telah berpulang, dapat merasakan sukacita dan kepenuhan hidup di surga.
Marilah kita berdoa.
Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Allah Pencipta segala sesuatu, Engkau telah menunjukkan kepada kami bahwa kebesaran sejati di hadapan-Mu terletak pada kerendahan hati dan pelayanan yang tulus. Dengarkanlah doa-doa yang kami panjatkan pada hari ini. Ubahlah hati kami yang keras menjadi hati yang lembut dan murni, agar kami pantas menjadi anak-anak-Mu yang terkasih. Dengan pengantaraan
Kristus, Tuhan kami.
Amin.
Amin.




