Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Lectio (Membaca) Kita dihadapkan pada dua kisah tentang akhir dari sebuah perjalanan. Dalam bacaan pertama, Kitab Ayub ditutup dengan pemulihan nasib Ayub yang hidup penuh berkat di usia lanjut. Meskipun ia tidak pernah menemukan alasan pasti mengapa tragedi dan penderitaan menimpanya, ia mencapai puncak pengenalan akan Allah: "tetapi sekarang mataku sendiri melihat Engkau." Dalam bacaan Injil, ketujuh puluh dua murid kembali kepada Yesus dengan penuh sukacita karena roh-roh jahat takluk di bawah nama-Nya. Namun, Yesus mengarahkan pandangan mereka pada akhir bahagia yang lebih sejati: bersukacita karena nama mereka tercatat di surga, yang akan memampukan mereka menghadapi penganiayaan dan penderitaan di masa depan dengan rela hati.
Meditatio (Merenungkan) Secara manusiawi, kita selalu mengharapkan akhir yang bahagia dalam setiap proyek, tugas, atau babak kehidupan kita—sering kali berupa kesuksesan, pengakuan, dan kebebasan dari rasa sakit. Namun, kebahagiaan sejati menurut kacamata iman tidak selalu berarti hidup yang mulus tanpa hambatan. Ayub mencapai kedamaian bukan karena mendapat jawaban logis atas penderitaannya, melainkan karena ia menyadari kehadiran dan kedaulatan Allah. Rencana-Nya selalu untuk kebaikan, meski sering tak terselami. Para murid diajak untuk tidak terpaku pada kemenangan-kemenangan kecil di dunia, melainkan pada tujuan akhir kekal mereka. Apakah selama ini aku terlalu menuntut Tuhan untuk memberikan "akhir bahagia" versi diriku sendiri? Mampukah aku tetap percaya bahwa segala sesuatu terjadi di bawah pengawasan-Nya demi kebaikanku?
Oratio (Berdoa) Allah Bapa yang Maha Pengasih, aku bersyukur karena rencana-Mu senantiasa mendatangkan kebaikan bagiku. Ampunilah aku ketika aku meragukan kasih-Mu saat badai kehidupan dan penderitaan datang menghampiri. Lepaskanlah aku dari keterikatan pada pencapaian dan pengakuan duniawi. Bukalah mata batinku seperti Engkau membuka mata Ayub, agar dalam setiap penderitaan aku tetap dapat berkata, "Mataku sendiri melihat Engkau." Berikanlah aku keberanian para murid, agar aku bersedia memikul kesulitan hidup dengan rela hati, menyadari bahwa penderitaan saat ini tidak sebanding dengan kemuliaan kelak.
Contemplatio (Kontemplasi) Heninglah sejenak. Lepaskan segala tuntutan agar hidup berjalan tepat seperti yang kamu inginkan. Bayangkan dirimu berada di hadapan Allah yang memegang kendali penuh atas hidupmu. Hadirkan segala kekhawatiran dan rasa sakitmu yang belum terjawab, lalu serahkan ke dalam tangan-Nya. Resapkan sabda Yesus ke dalam batinmu: "Bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga." Biarkan kepastian akan surga ini memberikan kedamaian yang mengalahkan segala ketakutan duniawimu.
Actio (Tindakan) Hari ini, aku akan belajar menerima satu ketidaknyamanan atau kesulitan yang datang tanpa mengeluh. Saat menghadapi situasi yang tidak berjalan sesuai harapan, aku akan mengarahkan hatiku kepada Allah, menyadari kehadiran-Nya, dan mengingatkan diriku sendiri bahwa kebahagiaan sejatiku adalah memiliki nama yang tercatat di surga.
Saudara-saudari terkasih, Allah telah menyingkapkan rahasia Kerajaan Surga kepada orang-orang kecil dan sederhana. Ia mengutus kita ke tengah dunia dan memanggil kita untuk bersukacita, bukan semata karena keberhasilan kita, melainkan karena nama kita terdaftar di surga. Dengan hati yang penuh syukur dan rendah hati, marilah kita panjatkan doa-doa permohonan kita kepada-Nya:
Semoga Bapa Suci dan semua imam dipenuhi dengan karunia kebijaksanaan dan keberanian. Marilah kita berdoa:
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Semoga pasangan suami istri dalam kehidupan sehari-hari mereka dapat menjadi saksi kasih Kristus bagi Gereja-Nya. Marilah kita berdoa:
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Semoga semua umat Katolik yang tidak menjalankan iman mereka dipenuhi dengan kerinduan akan kasih Kristus dalam sakramen-sakramen. Marilah kita berdoa:
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Ya Allah, Engkaulah sumber segala sukacita kami. Dengarkanlah doa-doa umat-Mu ini dan jauhkanlah kami dari kesombongan rohani. Karuniakanlah kami kebijaksanaan untuk senantiasa menyadari bahwa segala kuasa dan keberhasilan kami berasal dari-Mu. Bimbinglah langkah kami agar senantiasa setia menjadi saksi Injil-Mu, hingga kelak kami boleh memandang kemuliaan-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.




