Bacaan I: Gal 1:6-12 "Jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kalian terima, terkutuklah dia."
Mazmur Tanggapan: Mzm 111:1-2.7-8.9.10c "Tuhan selalu ingat akan perjanjian-Nya."
Bait Pengantar Injil: Yoh 13:34 "Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan; yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu."
Bacaan Injil: Luk 10:25-37 "Siapakah sesamaku?"
Mazmur Tanggapan: Mzm 111:1-2.7-8.9.10c "Tuhan selalu ingat akan perjanjian-Nya."
Bait Pengantar Injil: Yoh 13:34 "Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan; yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu."
Bacaan Injil: Luk 10:25-37 "Siapakah sesamaku?"
warna liturgi hijau
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Kita tahu bahwa Kitab Suci adalah Sabda Allah. Untuk benar-benar memahami Sabda Allah, kita perlu mempelajari Kitab Suci agar mengetahui cara menafsirkan makna dari apa yang tertulis di dalamnya. Terdapat banyak sumber yang tersedia yang memuat tafsiran atau ulasan mengenai Firman Allah. Meskipun sebagian besar tafsiran tersebut merupakan penafsiran yang benar atas Firman Allah, ada kemungkinan bahwa beberapa di antaranya memiliki penafsiran yang patut dipertanyakan.
Dalam bacaan pertama, Santo Paulus memperingatkan jemaat Galatia bahwa ada pihak-pihak pengacau di antara mereka yang ingin mengubah Kabar Baik tentang Kristus. Pada intinya, Kabar Baik itu berbicara tentang keselamatan serta kasih kepada Allah dan sesama. Segala penyimpangan dari pesan pokok Kabar Baik tersebut patut dipertanyakan.
Dalam Injil, seorang ahli Taurat—demi membenarkan dirinya sendiri—bertanya kepada Yesus tentang siapa sesamanya, dan Yesus menjawabnya dengan perumpamaan tentang "Orang Samaria yang baik hati". Lalu Yesus mengajukan pertanyaan ini kepadanya: Menurut pendapatmu, siapakah di antara ketiga orang ini yang telah menunjukkan dirinya sebagai sesama bagi orang yang jatuh ke tangan para perampok itu?
Pertanyaan yang harus kita ajukan kepada diri sendiri adalah: Siapakah yang kita anggap sebagai sesama kita? Namun, pertanyaan yang lebih mendalam untuk kita renungkan adalah: Siapakah yang diutus Allah kepada kita agar kita dapat menjadi sesama bagi mereka Ketika kita menyadari bahwa sesama kita bukanlah orang-orang yang kita inginkan, melainkan orang-orang yang diutus Allah kepada kita, barulah kita akan memahami apa yang sebenarnya ingin disampaikan Allah kepada kita melalui Kitab Suci.
Doa Umat
Dengan keyakinan bahwa Allah senantiasa dekat dengan kita, marilah kita panjatkan doa-doa kita kepada-Nya.
Bagi Gereja kita: Semoga Bapa membangkitkan orang-orang untuk melayani Gereja dengan rendah hati; marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi semua pemegang kekuasaan politik: Semoga Allah membimbing mereka menjadi pelayan masyarakat yang setia dan berani berdiri membela kebenaran. Semoga mereka dijauhkan dari niat untuk memperkaya diri sendiri melalui korupsi dan nepotisme, serta teguh dalam memperjuangkan kepentingan umum di atas kepentingan golongan. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi kita semua yang hadir di sini hari ini: Semoga Allah menyingkapkan kepada kita pemahaman yang lebih mendalam tentang makna menjadi sesama; marilah kita berdoa
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi semua orang yang menderita atau ditindas oleh sesama: Semoga kehadiran Allah yang menyembuhkan membawa damai sejahtera bagi mereka; marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi semua orang yang telah berpulang dari kehidupan ini: Semoga mereka beristirahat dalam damai dan hadirat Allah yang kekal; marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Ya Tuhan Allah, Engkau menunjukkan belas kasih dan kasih-Mu kepada semua orang yang berpaling kepada-Mu. Dengarkanlah doa-doa dari anak-anak-Mu ini. Kami persembahkan dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.




