| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Agustus 12, 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XIX

 

Bacaan I: Yeh 12:1-2 "Berjalanlah seperti orang buangan di depan mereka pada siang hari."
      
Mazmur Tanggapan: Mzm 78:56-57.58-59.61-62 "Janganlah kita melupakan karya-karya Allah."

Bait Pengantar Injil: Mzm 119:135 "Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku."

Bacaan Injil: Mat 18:21 - 19:1 "Aku berkata kepadamu, 'Bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali kalian harus mengampuni."
 
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 

Saudara-saudari terkasih, jika kita menyadari betapa besarnya kasih Allah, hidup kita seharusnya dipenuhi dengan rasa syukur yang mendalam. Hari ini, melalui sabda-Nya, kita diundang untuk merenungkan sebuah pertanyaan mendasar: Sudahkah kita menghargai belas kasih Tuhan?

Allah selalu membuka tangan-Nya, menawarkan pengampunan dan hidup baru yang bebas dari dosa. Namun, menerima pengampunan itu berarti kita juga harus berani menolak godaan duniawi yang menjauhkan kita dari identitas kita sebagai anak-anak Allah yang terkasih.

Dalam bacaan pertama, Nabi Yehezkiel membawa pesan pedih bagi para buangan di Babel tentang nasib Yehuda dan Yerusalem. Kehancuran yang mereka alami bukanlah karena Tuhan kejam, melainkan buah dari pilihan mereka sendiri. Mereka mengandalkan kekuatan dunia, menyembah berhala, dan menulikan telinga dari panggilan Tuhan. Padahal, Allah begitu sabar. Ia senantiasa memelihara mereka, mengutus hamba-hamba-Nya untuk menuntun mereka kembali, namun cinta itu bertepuk sebelah tangan.

Kisah bangsa Israel ini menemukan gaungnya dalam perumpamaan Injil hari ini—tentang seorang hamba yang diampuni utangnya yang luar biasa besar, tetapi ia menolak mengampuni utang kecil temannya. Perumpamaan ini adalah teguran halus namun tajam bagi kita. Tuhan telah membebaskan kita dari utang dosa yang tak mungkin kita bayar sendiri. Ia mengampuni kita berulang kali. Namun, seberapa sering kita justru bertindak seperti hamba yang jahat itu? Kita menyimpan dendam, menghakimi sesama, dan enggan memaafkan kesalahan kecil saudara kita.

Tuhan setia pada janji-Nya, meskipun kita sering kali tidak tahu berterima kasih. Ia menanti kita kembali dengan pertobatan yang tulus. Jangan biarkan belas kasih-Nya berhenti hanya pada diri kita; biarkan pengampunan itu mengalir kepada sesama.

Semoga Allah yang Mahabaik senantiasa menuntun langkah kita. Semoga rahmat-Nya memampukan kita untuk hidup tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi menjadi perpanjangan tangan kasih Tuhan—memuliakan Dia dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan kita, hari ini dan selamanya. Amin.

 
 Doa Umat
 
Allah Bapa yang maharahim, melalui Putra-Mu Yesus Kristus, Engkau telah mengajarkan kami tentang belas kasih yang tiada batas. Engkau selalu berbelas kasih dan telah lebih dahulu mengampuni "utang dosa" kami yang begitu besar. Dengan menyadari kelemahan diri kami dan besarnya kasih-Mu, marilah kita dengan rendah hati memanjatkan doa-doa permohonan ke hadirat Bapa:
 
Bagi Bapa Suci kita, Paus Leo, semoga Bapa menganugerahkan kepadanya kekuatan dan kebijaksanaan dalam menggembalakan Gereja di bumi ini, marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagi para wakil rakyat: Semoga Bapa membimbing mereka agar mereka menjadi wakil rakyat yang setia dan berani berdiri membela kebenaran. Semoga mereka dijauhkan dari niat untuk memperkaya diri sendiri melalui korupsi dan nepotisme, serta teguh dalam memperjuangkan kepentingan umum di atas kepentingan golongan.
Marilah kita mohon..
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagi para lansia dan mereka yang tidak diundang, semoga Allah menganugerahkan kepada mereka kedamaian, dorongan, dan penghiburan-Nya, marilah kita mohon 
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Bagi komunitas iman kita, semoga dengan rahmat Allah kita dapat setia dalam melakukan kehendak-Nya, marilah kita mohon. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Dan bagi semua orang yang telah meninggal, agar dengan turut serta dalam kehidupan Kristus mereka dapat turut serta dalam kebangkitan-Nya, marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Allah Bapa yang penuh kasih, dengarkanlah permohonan yang senantiasa kami panjatkan kepada-Mu. Curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, agar kami tidak menjadi hamba yang jahat, melainkan mampu membuang segala dendam dan amarah. Mampukanlah kami untuk senantiasa mengampuni saudara-saudari kami dengan segenap hati, persis seperti Engkau senantiasa mengampuni dan mengasihi kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin. 

 


lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.