Bacaan I: 2Kor 9:6-10 "Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita."
Mazmur Tanggapan: Mzm 112:1-2.5-6.7-8.9 "Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman."
Bait Pengantar Injil: Yoh 8:12bc "Akulah terang dunia. Barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai terang hidup."
Bacaan Injil: Yoh 12:24-26 "Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa."
Mazmur Tanggapan: Mzm 112:1-2.5-6.7-8.9 "Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman."
Bait Pengantar Injil: Yoh 8:12bc "Akulah terang dunia. Barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai terang hidup."
Bacaan Injil: Yoh 12:24-26 "Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa."
warna liturgi merah
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Alih-alih mengumpulkan emas dan permata, selama tiga hari tersebut Santo Laurensius justru berkeliling mengumpulkan orang-orang miskin, papa, dan berkekurangan yang selama ini dihidupi dan dirawat oleh Gereja. Ia kemudian membawa mereka semua ke hadapan sang penguasa dan dengan penuh keyakinan berseru, "Inilah harta kekayaan Gereja yang sesungguhnya." Tentu saja, jawaban ini mengundang murka. Ia pun segera diseret untuk disiksa hingga menemui ajalnya. Kisah eksekusinya sungguh mengerikan; Santo Laurensius ditelanjangi dan diikat pada sebuah alat panggang besi di atas kobaran api. Namun, sejarah membuktikan bahwa tertumpahnya darah para martir justru membuat Gereja semakin bertumbuh subur, terlebih di masa-masa penganiayaan yang paling kelam. Sebab, darah tersebut adalah darah yang ditumpahkan dengan penuh kerelaan demi kemuliaan nama Tuhan.
Di masa kini, benih-benih iman yang sama juga sedang menanti untuk bertunas di dalam dan di sekeliling Gereja kita. Sebagai umat Kristiani, kita dipanggil untuk menyuburkan tanah rohani ini melalui teladan hidup kita sehari-hari, serta melalui kasih yang tulus kepada Tuhan dan sesama. Kita mewujudkan panggilan ini dengan setia mengikuti jejak Kristus dan melayani-Nya melalui saudara-saudari kita yang miskin dan tersingkir—tepat seperti teladan Santo Laurensius. Dengan menghidupi semangat tersebut, hidup kita pun kelak akan menghasilkan panen berkat yang berlimpah. Santo Laurensius, doakanlah kami.
Doa Umat
Marilah
kita memohon kepada Allah Bapa kita untuk menolong kita dalam segala
kebutuhan kita.
Bagi Gereja Kudus: Semoga Gereja senantiasa dibimbing dan dilindungi oleh Roh Kudus dalam mewartakan Kabar Baik kepada semua orang. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi
semua pejabat pemerintahan: Semoga Allah menggerakkan hati mereka
untuk memiliki semangat kepemimpinan yang melayani. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi semua orang yang menghadapi penganiayaan karena alasan agama atau politik: Semoga Allah melindungi mereka serta martabat mereka. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi kita yang beribadah dan
ambil bagian dalam Misa ini—serta bagi mereka yang bersatu dengan kita
dari berbagai penjuru dunia—semoga Roh Kudus membimbing kita untuk
menjadi umat yang semakin penuh pengampunan dan murah hati. Marilah
kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi mereka yang telah meninggal dunia: Semoga Bapa menyambut mereka dengan kerahiman dan kasih sayang saat mereka
memasuki Kerajaan Surga-Nya. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Allah Bapa di surga, Putra-Mu yang tunggal telah menyatakan jalan menuju kepada-Mu melalui ketaatan-Nya yang penuh kasih terhadap kehendak-Mu. Dengarkanlah doa-doa yang kami panjatkan kepada-Mu dan kabulkanlah sesuai dengan kehendak-Mu. Kami memohonnya dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin.




