| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Oktober 17, 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 Hari Minggu Biasa XXIX - Minggu Misi


Bacaan I: Yes 45:1.4-6 "Aku memegang tangan kanan Koresh supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya."

Mazmur Tanggapan: Mzm 96:1.3.4.5.7-8.9-10 "Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan dan kekuasaan."

Bacaan II: 1Tes 1:1-5b "Kami selalu ingat akan amal imanmu, akan usaha kasihmu, dan ketekunan harapanmu."
       
Bait Pengantar Injil: Flp 2:15-16 "Hendaklah kamu bersinar di dunia seperti bintang-bintang sambil berpegang pada sabda kehidupan."

Bacaan Injil:  Mat 22:15-21 "Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
      
 warna liturgi hijau
 
 Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
Credit: JMLPYT/istock.com
 
 

Sebagai umat Katolik, kita percaya bahwa Allah menciptakan dunia dan umat manusia. Allah menciptakan segala sesuatu dengan baik, dan Dia menciptakan manusia menurut gambar-Nya. Jadi, Allah menciptakan manusia dalam kelimpahan kasih-Nya dan dengan kasih-Nya yang sempurna. Namun, ketika manusia berdosa dan tidak taat kepada Allah, gambar itu menjadi ternoda dan rusak. Akibatnya, manusia tidak lagi mencerminkan rupa Allah. Manusia justru menampilkan wajah dosa dan kejahatan. Itulah kenyataan yang kita lihat di sekeliling kita dan di dalam diri kita sendiri. Akan tetapi, ketika manusia berdosa dan berpaling dari Allah, Dia tidak meninggalkan manusia ataupun membinasakan dunia. Sebaliknya, Allah berjanji untuk menyelamatkan dunia dan umat manusia. Allah berjanji untuk menyelamatkan dunia dan umat manusia dengan datang ke dunia dalam diri Yesus Kristus.

Yesus Kristus adalah Juruselamat kita, dan kita percaya bahwa Yesus Kristus sungguh-sungguh Allah sekaligus sungguh-sungguh manusia. Yesus Kristus datang untuk mewartakan Kabar Baik keselamatan. Yesus mengajar tentang pertobatan dan pengampunan dosa. Dia mengampuni perempuan yang berzina; Dia mengampuni perempuan berdosa yang mengurapi kaki-Nya dan mengeringkannya dengan rambutnya. Dia mengampuni Petrus yang telah menyangkal-Nya. Dia mengampuni orang-orang yang menganiaya-Nya bahkan saat Dia menderita di kayu salib. Injil keselamatan itu juga dinyatakan melalui penyembuhan dan pembebasan. Yesus menyembuhkan orang sakit dan mereka yang menderita berbagai penyakit. Dia menyembuhkan orang buta, orang lumpuh, dan penderita kusta. Dia mengusir roh jahat dari orang-orang yang kerasukan. Jadi, Injil itu diwartakan baik melalui perkataan maupun perbuatan. Dengan demikian, Yesus membawa manusia kembali kepada Allah melalui pertobatan dan pengampunan.

Sebagaimana dikatakan, Allah menjadi manusia agar manusia dapat kembali kepada Allah. Saat Gereja merayakan Minggu Misi, kita diingatkan kembali akan misi keselamatan yang mendasar ini. Sama seperti Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk mewartakan Kabar Baik keselamatan, kita pun dipanggil untuk mewartakan Kabar Baik tersebut kepada generasi kita. Misi ini membawa kita kembali pada inti spiritualitas dan identitas Kristen kita. Pewartaan Injil keselamatan hanya dapat membuahkan hasil jika disertai dengan doa dan doa syafaat. Doa dan syafaat merupakan inti dari spiritualitas dan identitas Kristen kita. Kita berdoa karena kita tahu bahwa Allah mengasihi kita, serta Dia akan mendengar dan menjawab doa-doa kita. 
  
 Jika Allah mengutus Putra-Nya, Yesus Kristus, untuk menjawab seruan umat-Nya, maka Yesus Kristuslah jawaban atas doa-doa kita. Dan kita tidak berdoa hanya untuk diri sendiri. Kita berdoa bagi orang lain, bagi bangsa-bangsa, dan bagi dunia. Kabar Baik keselamatan harus menjangkau hingga ke pelosok dan ujung bumi, serta kepada segala bangsa. Kabar Baik memiliki kuasa untuk mengubah hidup serta mendatangkan pertobatan dan pengampunan. Injil adalah obat yang akan menyembuhkan dunia dari kekerasan dan pertumpahan darah, serta menghadirkan damai sejahtera. Minggu Misi adalah sebuah panggilan untuk berdoa. Kita perlu dan harus berdoa agar dikuatkan serta diperbarui di dalam dan oleh kasih Allah. Sebab kita dipanggil untuk menjadi cerminan hidup dari Kabar Baik keselamatan bagi bangsa-bangsa di dunia.

Doa Umat 
 
Marilah kita berdoa bagi kebutuhan dunia ini dengan hati yang tertuju pada Kerajaan abadi yang akan datang. 
    
Bagi Bapa Suci, Paus Leo XIV: Semoga Allah Bapa yang Maharahim mencurahkan rahmat kesembuhan seutuhnya dan memulihkan tenaga beliau. Karuniakanlah kesehatan jiwa dan raga, agar Bapa Suci dapat kembali menggembalakan Gereja-Mu dengan penuh semangat dan kasih kasih kegembalaan yang berkobar. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
 
Bagi anggota Gereja yang dipanggil untuk memberikan kesaksian profetik melawan kejahatan yang tidak manusiawi serta ketidakadilan, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 
 
Bagi para pemimpin bangsa yang dipercayakan untuk mengelola apa yang menjadi hak Kaisar, teristimewa saat rakyat meragukan kepemimpinan mereka. Semoga Bapa mengaruniakan kebesaran jiwa untuk mendengarkan suara hati nurani, keberanian untuk memperbaiki kelemahan, serta semangat pelayanan yang tulus agar keadilan senantiasa ditegakkan di atas kepentingan pribadi atau golongan. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 
   
Bagi saudara-saudari kita yang telah berpulang dalam iman dan ditandai sebagai milik Kristus: Semoga belas kasih Allah menyucikan mereka, dan Yesus menyambut mereka ke dalam kedamaian serta sukacita surgawi yang abadi. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.  
  
Allah sumber kehidupan, kami menyerahkan permohonan kami ke dalam pemeliharaan-Mu, dengan keyakinan bahwa segala zaman, setiap orang, dan setiap peristiwa berada dalam penyelenggaraan kasih-Mu. Kabulkanlah doa umat-Mu, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin. 
 

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.