| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Oktober 09, 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 Hari Minggu Biasa XXVIII

 
Bacaan I: Yes 25:6-10a "Tuhan akan menghidangkan suatu jamuan, dan menghapus air mata dari wajah semua orang."

Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6; Ul:lh.6cd "Aku akan tinggal di rumah Tuhan sepanjang usia hidupku."

Bacaan II: Flp 4:12-14.19-20 "Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
        
Bait Pengantar Injil: Ef 1:17-18 "Bapa Tuhan kita Yesus Kristus kiranya menerangi mata hatimu agar kamu mengerti pengharapan apa yang terkandung dalam panggilan kita."

Bacaan Injil: Mat 22:1-14 "Undanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini"

warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
Diocese of SiouxFall
 
 
Kita mungkin berpikir bahwa hidup akan sangat menyenangkan jika kita bisa melakukan apa saja yang kita inginkan. Kita senang memiliki kebebasan dan tidak ingin dibatasi oleh tugas serta tanggung jawab. Jadi, kita mungkin beranggapan bahwa dengan bebas dari segala kewajiban, kita akan hidup tanpa kekhawatiran dan masalah. Ya, kita ingin benar-benar bebas menjalani hidup sesuai keinginan kita. Kita ingin bersantai, tidur sepuasnya, dan bangun kapan pun kita mau. Namun, apakah kita benar-benar akan bahagia dengan kehidupan seperti itu? Apa yang sebenarnya kita tunjukkan tentang diri kita ketika kita tidak mau peduli pada apa pun atau siapa pun selain diri sendiri? Apa maknanya ketika kita menolak tugas dan tanggung jawab, serta enggan memenuhi kewajiban dan komitmen?

Dalam perumpamaan Injil, dikisahkan seorang raja yang mengadakan pesta pernikahan untuk putranya. Ia mengutus para pelayannya untuk memanggil orang-orang yang telah diundang. Entah karena alasan apa, para tamu undangan itu tidak mau datang. Tampaknya mereka tidak tertarik, bahkan mereka memperlakukan pelayan raja dengan sikap bermusuhan dan kekerasan. Sang raja menjadi murka dan mengerahkan pasukannya; mereka membinasakan para pembunuh itu dan membakar kota mereka. Sungguh akhir yang menyedihkan dan tragis bagi para tamu undangan tersebut. Seandainya saja mereka menunjukkan rasa hormat yang pantas kepada sang raja. Bagaimanapun juga, sosok yang mengundang mereka adalah seorang raja. Kita mungkin menganggap perumpamaan itu agak tidak masuk akal, namun hal yang tidak masuk akal sering kali menyingkapkan suatu kenyataan. Kenyataannya adalah, ketika rasa hormat tidak diberikan, maka konsekuensinya adalah ketegangan. Bagi para tamu undangan dalam perumpamaan Injil tersebut, konsekuensinya adalah hukuman. Kita bahkan bisa mengatakan bahwa perilaku para tamu undangan itu konyol dan tidak dapat diterima, sehingga mereka memang pantas dihukum. Para tamu undangan itu melakukan apa pun yang mereka inginkan, dan mereka harus menanggung akibat yang berat serta tragis karenanya.

Jadilah Pelita Kasih Bersama Kami

Terima kasih sudah menyediakan waktu sejenak untuk merenungkan kebaikan Tuhan bersama lumenchristi.id. Apabila sapaan Sabda Tuhan hari ini memberkati dan meneguhkan hati Anda, kami mengundang Anda untuk ikut serta mendukung pelayanan ini.

Setiap persembahan kasih yang Anda salurkan melalui QRIS akan menjadi pelita yang mencerahkan langkah kami untuk menjangkau lebih banyak jiwa, mendekatkan mereka pada Kristus dan Gereja-Nya.

Doa kami senantiasa menyertai Anda dan keluarga. Tuhan Yesus memberkati.






 


lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.