Bacaan I: Ef 2:1-10 "Tuhan telah menghidupkan kita bersama dengan Kristus, dan telah memberi kita tempat di surga bersama dengan Dia."
Mazmur Tanggapan: Mzm 100:2-5; Ul: lh. 3c "Tuhanlah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita."
Bait Pengantar Injil: Mat 5:3 "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga."
Bacaan Injil: Luk 12:13-21 "Bagi siapakah nanti harta yang telah kausediakan itu?"
Mazmur Tanggapan: Mzm 100:2-5; Ul: lh. 3c "Tuhanlah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita."
Bait Pengantar Injil: Mat 5:3 "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga."
Bacaan Injil: Luk 12:13-21 "Bagi siapakah nanti harta yang telah kausediakan itu?"
warna liturgi hijau
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
![]() |
Karya: thanasus/istock.com |
Konon, ada dua momen penting dalam hidup kita. Pertama adalah saat kita dilahirkan. Kedua adalah saat kita mengetahui alasan kita hadir di dunia ini. Kita tahu bahwa saat lahir, kita datang ke dunia ini tanpa membawa apa pun. Kemudian, naluri manusiawi untuk bertahan hidup muncul; kita menginginkan segala sesuatu yang menunjang kelangsungan hidup, kenyamanan, dan rasa aman.
Jadi, kita hidup demi kelangsungan hidup dan—seperti yang digambarkan dalam bacaan pertama—kita mendambakan kenikmatan indrawi serta pemuasan hasrat fisik. Seperti orang kaya dalam perumpamaan Injil, kita hanya memikirkan diri sendiri dan ingin memiliki sebanyak mungkin. Namun, kita lupa bahwa kita tidak dapat membawa apa pun saat meninggalkan dunia ini. Dalam sikap mementingkan diri sendiri itu, kita juga lupa bahwa selalu ada kecukupan untuk memenuhi kebutuhan setiap orang, tetapi tidak akan pernah cukup untuk memuaskan keserakahan siapa pun. Akan tetapi, ketika kita merenungkan alasan kehadiran kita di dunia ini serta makna hidup kita, Allah dapat menyingkapkan sesuatu kepada kita.
Allah mengutus Putra-Nya, Yesus Kristus, ke dunia ini untuk menyelamatkan kita dan menyatakan bahwa kita adalah karya seni Allah. Ketika kita menyadari hal itu, kita pun paham bahwa kita adalah harta berharga milik Allah yang menghadirkan keindahan dan kasih bagi dunia yang penuh kekurangan ini. Marilah kita menjadi karya seni Allah bagi sesama, agar mereka pun dapat memahami alasan kehadiran mereka di dunia ini.
Doa Umat
Saudara-saudariku, percaya pada kebaikan dan keadilan-Nyamarilah kita membawa semua permohonan kita kepada Tuhan:
Bagi
Gereja, semoga Bapa sumber segala rahmat menganugerahkan kepada
anggotanya rahmat untuk bertumbuh dalam kasih dan pengampunan. Marilah
kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi
para pemimpin publik, semoga Allah menjadi penuntun mereka dalam
memimpin komunitas mereka dengan kepedulian terhadap kebaikan bersama.
Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi
mereka yang sakit, semoga kuasa penyembuhan Yesus membawa kelegaan dan
penghiburan bagi mereka. Marilah kita berdoa. Tuhan, dengarkanlah doa
kami.
Bagi komunitas iman ini, semoga Bapa membantu kita hidup sebagai saksi kuasa penyelamatan-Nya. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi
orang-orang beriman yang telah meninggal, semoga mereka segera masuk ke
dalam kepenuhan Kerajaan Allah. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Allah, Bapa kami di surga, kami mempercayakan semua permohonan ini kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.




