| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Oktober 25, 2026

Senin, 26 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXX

 

Bacaan I: Ef 4:32-5:8 "Hiduplah dalam cinta kasih seperti Kristus."

Mazmur Tanggapan: Mzm 1:1-2.3.4.6; R: 40:5a "Jadilah penurut Allah sebagai anak-anak kesayangan."

Bait Pengantar Injil: Yoh 17:17b.a "Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran; kuduskanlah kami dalam kebenaran."

Bacaan Injil: Luk 13:10-17 "Bukankah wanita keturunan Abraham ini harus dilepaskan dari ikatannya sekalipun pada hari Sabat?"

   warna liturgi hijau

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Credit:TPopova/istock.com

Melalui sabda Tuhan hari ini, kita dipanggil untuk hidup kudus dan meninggalkan cara hidup lama yang sarat akan keburukan duniawi. Sebagai anak-anak Allah, kita diingatkan melalui pesan Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus agar senantiasa setia menempuh jalan kebajikan yang telah ditetapkan-Nya, serta tidak membiarkan diri kita terbuai oleh godaan kemuliaan fana. Kita menyadari bahwa kita tidak mungkin bisa mengabdi kepada Allah sekaligus menjadi hamba bagi dunia, sehingga diperlukan ketegasan dan ketulusan hati untuk terus menghadirkan kemuliaan Tuhan dalam setiap perkataan dan perbuatan kita.

Panggilan hidup kudus tersebut diwujudkan secara nyata melalui teladan Yesus dalam bacaan Injil, saat Ia menyembuhkan seorang wanita lumpuh pada hari Sabat. Peristiwa ini membuka mata kita terhadap hakikat sejati dari iman; bahwa Allah lebih menghendaki kasih, belas kasih, dan pengampunan daripada ketaatan buta pada aturan yang justru melahirkan kesombongan rohani. Berbeda dengan para pemimpin rumah ibadat yang merasa paling benar sendiri dan mengabaikan penderitaan sesama demi adat istiadat, Yesus menunjukkan bahwa tindakan nyata untuk menolong dan mengasihi orang yang menderita adalah manifestasi tertinggi dari hukum Allah.

Oleh karena itu, Sabda Tuhan pada hari ini mengajak kita untuk membuang jauh-jauh ego, rasa lebih unggul dari orang lain, serta prasangka buruk yang dapat membutakan hati nurani. Karena Allah pada hakikatnya adalah kasih, sudah sepantasnya kita menjadikan cinta kasih-Nya yang tak bersyarat sebagai landasan dalam bersikap kepada semua orang di sekitar kita. Dengan senantiasa memancarkan kebaikan dan kemurahan hati, semoga hidup kita dapat menjadi teladan yang menginspirasi dan mendekatkan sesama kepada Tuhan, sekaligus menjadikan kita sebagai bagian dari Tubuh Kristus yang sungguh tulus dalam menghidupi Sabda-Nya.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.