Bacaan I: Ef 2:12-22 "Kristuslah damai sejahtera kita yang mempersatukan kedua belah pihak."
Mazmur Tanggapan: Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14 "Tuhan hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya."
Bait Pengantar Injil: Luk 21:36 "Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."
Bacaan Injil: Luk 12:35-38 "Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang berjaga."
warna liturgi hijau
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
![]() |
| Gambar oleh: pxfuel.com (CC) |
Jadi, ketika Yesus meminta kita untuk bersiap sedia dan menjaga pelita kita tetap menyala, itu berarti satu hal. Yaitu, kita harus siap menghadapi segala kejutan. Namun, jika kita memandang kejutan-kejutan ini sebagai petunjuk dari Allah, kita akan menyadari bahwa Allah hendak memperlihatkan sesuatu yang luar biasa kepada kita. Dan melalui doa, hati kita akan mengenali kejutan-kejutan tersebut sebagai penyataan dari Allah. Kita pun akan memahami bahwa ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana kita, Allah sebenarnya sedang merencanakan sesuatu yang jauh lebih baik bagi kita.




