Bacaan I: Ef 2:19-22 "Kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah."
Mazmur Tanggapan: Mzm 19:2-3.4-5; Ul: lh.5a "Di seluruh dunia bergemalah suara mereka."
Bait Pengantar Injil: Mat 5:16 "Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan. Kepada-Mu paduan para rasul bersyukur, ya Tuhan."
Bacaan Injil: Luk 6:12-19 "Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka."
Mazmur Tanggapan: Mzm 19:2-3.4-5; Ul: lh.5a "Di seluruh dunia bergemalah suara mereka."
Bait Pengantar Injil: Mat 5:16 "Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan. Kepada-Mu paduan para rasul bersyukur, ya Tuhan."
Bacaan Injil: Luk 6:12-19 "Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka."
warna liturgi merah
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Tidak banyak yang diketahui tentang dua orang kudus yang pestanya kita rayakan hari ini. Simon disebut sebagai "orang Zelot", kemungkinan karena semangatnya yang berkobar bagi kemerdekaan Yahudi sebelum ia dipanggil oleh Yesus. Yudas atau Tadeus adalah penulis salah satu surat dalam Perjanjian Baru, di mana ia memperingatkan umat Kristen perdana agar waspada terhadap ajaran sesat dan imoralitas. Ia juga dihormati sebagai santo pelindung untuk "perkara-perkara yang mustahil". Menurut sumber-sumber tradisional, keduanya berkarya bersama dalam misi di Persia dan akhirnya wafat sebagai martir.
Kisah keduanya juga memberi kita gambaran tentang orang-orang yang dipilih Yesus untuk menjadi murid-murid-Nya. Baik mereka berdua maupun para rasul lainnya adalah orang-orang biasa yang berasal dari latar belakang yang tidak menonjol. Namun, mereka masing-masing memiliki tujuan dalam rencana keselamatan Allah. Keduanya menjadi pribadi yang penuh semangat bagi Kristus dan Kerajaan Allah; mereka juga menjadi saluran rahmat Allah bagi mereka yang mencari kasih dan pengampunan-Nya, atau bagi mereka yang memohon pertolongan Allah saat menghadapi masalah hidup yang tampak tanpa harapan, bahkan mustahil untuk diatasi. Mungkin kita merasa diri kita tidak berarti, sehingga kita berpikir bahwa kita tidak memiliki peran apa pun dalam rencana keselamatan Allah. Namun, marilah kita memohon doa dari Santo Simon dan Santo Yudas agar kita dapat menemukan tujuan hidup kita, serta peran kita dalam rencana keselamatan Allah. Meskipun kita mungkin merasa tidak berarti, bukan berarti hidup kita adalah sesuatu yang mustahil. Sebab bersama Allah, segala sesuatu dan setiap orang menjadi mungkin.
Kisah keduanya juga memberi kita gambaran tentang orang-orang yang dipilih Yesus untuk menjadi murid-murid-Nya. Baik mereka berdua maupun para rasul lainnya adalah orang-orang biasa yang berasal dari latar belakang yang tidak menonjol. Namun, mereka masing-masing memiliki tujuan dalam rencana keselamatan Allah. Keduanya menjadi pribadi yang penuh semangat bagi Kristus dan Kerajaan Allah; mereka juga menjadi saluran rahmat Allah bagi mereka yang mencari kasih dan pengampunan-Nya, atau bagi mereka yang memohon pertolongan Allah saat menghadapi masalah hidup yang tampak tanpa harapan, bahkan mustahil untuk diatasi. Mungkin kita merasa diri kita tidak berarti, sehingga kita berpikir bahwa kita tidak memiliki peran apa pun dalam rencana keselamatan Allah. Namun, marilah kita memohon doa dari Santo Simon dan Santo Yudas agar kita dapat menemukan tujuan hidup kita, serta peran kita dalam rencana keselamatan Allah. Meskipun kita mungkin merasa tidak berarti, bukan berarti hidup kita adalah sesuatu yang mustahil. Sebab bersama Allah, segala sesuatu dan setiap orang menjadi mungkin.




