Bacaan I: Yes 25:6-10a "Tuhan akan menghidangkan suatu jamuan, dan menghapus air mata dari wajah semua orang."
Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6; Ul:lh.6cd "Aku akan tinggal di rumah Tuhan sepanjang usia hidupku."
Bacaan II: Flp 4:12-14.19-20 "Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
Bait Pengantar Injil: Ef 1:17-18 "Bapa Tuhan kita Yesus Kristus kiranya menerangi mata hatimu agar kamu mengerti pengharapan apa yang terkandung dalam panggilan kita."
Bacaan Injil: Mat 22:1-14 "Undanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini"
Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6; Ul:lh.6cd "Aku akan tinggal di rumah Tuhan sepanjang usia hidupku."
Bacaan II: Flp 4:12-14.19-20 "Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
Bait Pengantar Injil: Ef 1:17-18 "Bapa Tuhan kita Yesus Kristus kiranya menerangi mata hatimu agar kamu mengerti pengharapan apa yang terkandung dalam panggilan kita."
Bacaan Injil: Mat 22:1-14 "Undanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini"
warna liturgi hijau
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Kita mungkin berpikir bahwa hidup akan sangat menyenangkan jika kita bisa melakukan apa saja yang kita inginkan. Kita senang memiliki kebebasan dan tidak ingin dibatasi oleh tugas serta tanggung jawab. Jadi, kita mungkin beranggapan bahwa dengan bebas dari segala kewajiban, kita akan hidup tanpa kekhawatiran dan masalah. Ya, kita ingin benar-benar bebas menjalani hidup sesuai keinginan kita. Kita ingin bersantai, tidur sepuasnya, dan bangun kapan pun kita mau. Namun, apakah kita benar-benar akan bahagia dengan kehidupan seperti itu? Apa yang sebenarnya kita tunjukkan tentang diri kita ketika kita tidak mau peduli pada apa pun atau siapa pun selain diri sendiri? Apa maknanya ketika kita menolak tugas dan tanggung jawab, serta enggan memenuhi kewajiban dan komitmen?
Dalam perumpamaan Injil, dikisahkan seorang raja yang mengadakan pesta pernikahan untuk putranya. Ia mengutus para pelayannya untuk memanggil orang-orang yang telah diundang. Entah karena alasan apa, para tamu undangan itu tidak mau datang. Tampaknya mereka tidak tertarik, bahkan mereka memperlakukan pelayan raja dengan sikap bermusuhan dan kekerasan. Sang raja menjadi murka dan mengerahkan pasukannya; mereka membinasakan para pembunuh itu dan membakar kota mereka. Sungguh akhir yang menyedihkan dan tragis bagi para tamu undangan tersebut. Seandainya saja mereka menunjukkan rasa hormat yang pantas kepada sang raja. Bagaimanapun juga, sosok yang mengundang mereka adalah seorang raja. Kita mungkin menganggap perumpamaan itu agak tidak masuk akal, namun hal yang tidak masuk akal sering kali menyingkapkan suatu kenyataan. Kenyataannya adalah, ketika rasa hormat tidak diberikan, maka konsekuensinya adalah ketegangan. Bagi para tamu undangan dalam perumpamaan Injil tersebut, konsekuensinya adalah hukuman. Kita bahkan bisa mengatakan bahwa perilaku para tamu undangan itu konyol dan tidak dapat diterima, sehingga mereka memang pantas dihukum. Para tamu undangan itu melakukan apa pun yang mereka inginkan, dan mereka harus menanggung akibat yang berat serta tragis karenanya.
Dalam hidup, kita tidak bisa begitu saja melakukan apa yang kita suka dan menganggapnya sebagai kebebasan memilih. Kebebasan sejati disertai dengan tugas dan tanggung jawab, serta kewajiban dan komitmen. Dalam kebebasan memilih, kita seharusnya memilih untuk menjalani hidup yang terhormat dan penuh disiplin. Kita perlu mengetahui apa yang harus kita lakukan dan apa yang tidak boleh kita lakukan. Dan Allah telah memberitahukan kepada kita apa yang harus kita lakukan dan apa yang tidak boleh kita lakukan. Sepuluh Perintah Allah menjabarkan dengan jelas ketaatan kita kepada Allah serta penghormatan kita terhadap sesama. Oleh karena itu, kita memuliakan Allah sebagai Pencipta kita dan menaati-Nya sebagai Bapa yang penuh kasih. Kita berjanji untuk taat dan menghormati orang tua kita. Kita menghormati sesama, karena sikap saling menghormati itu timbal balik. Ketika kita menjalani hidup sesuai dengan hukum dan perintah Allah, kita akan memperoleh kebebasan sejati dalam hidup. Dan Yesus akan membawa kita ke tempat duduk kita di perjamuan surgawi, tempat kita akan bersukacita dengan bebas selamanya.
Doa Umat
Dengan keyakinan bahwa Allah, Bapa kita, mendengarkan doa umat-Nya, marilah kita menyampaikan segala kebutuhan dan permohonan kita.
Bagi Gereja, Umat Allah: Semoga Gereja dipenuhi semangat misioner untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia, marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi perdamaian dunia: Semoga kekerasan, peperangan, dan pertumpahan darah di seluruh dunia—terutama di Timur Tengah dan Ukraina—berakhir, dan semoga tumbuh rasa saling menghormati di antara sesama manusia tanpa memandang ras atau keyakinan, marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi semua orang tak berdosa di Timur Tengah yang menjadi korban kekerasan atau ketidakstabilan; semoga rahmat Allah menopang, menguatkan, dan melindungi mereka dari bahaya. Marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan atau mengalami trauma akibat menyaksikan kekerasan di rumah mereka; semoga mereka dihibur oleh kasih Allah, marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi mereka yang menderita dan kehilangan nyawa akibat bencana alam—terutama para korban gempa bumi di Flores, banjir bandang di Aceh dan Sumatera Utara serta korban kebakaran hutan di Kalimantan, Papua dan Sumatera—semoga mereka mendapatkan bantuan dari banyak orang yang berkehendak baik, marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi panggilan hidup menjadi imam, biarawan dan biarawati: Semoga Allah menyentuh hati banyak orang muda saat Ia memanggil mereka untuk melayani Gereja sebagai imam, diakon, dan kaum religius. Marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi para dermawan, serta bagi semua orang yang telah memohon doa kita, marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi mereka yang telah meninggal dunia—terutama mereka yang tidak ada seorang pun yang mendoakannya—semoga mereka beristirahat dalam damai di dalam kemuliaan surga. Marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Terimalah, ya Tuhan, doa-doa yang kami panjatkan ini. Kiranya kami didapati sebagai saksi yang benar dan setia atas janji-janji-Mu, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.




