| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

September 27, 2026

Senin, 28 September 2026 Hari Biasa Pekan XXVI

 

Bacaan I: Ayb 1:6-22 “Kesalehan Ayub dicoba.”

Mazmur Tanggapan: Mzm 17:1,2-3,6-7 "Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku."


Bait Pengantar Injil: Mrk 10:45 "Anak Manusia datang untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi semua orang."

Bacaan Injil:  Luk 9:46-50 "Yang terkecil di antara kalian, dialah yang terbesar."
 
warna liturgi hijau 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini   
     
Karya: PaulCalbar/istock.com
Jika kita memiliki foto-foto diri kita saat masih bayi atau balita, kita harus menyimpan dan menghargai foto-foto tersebut. Lebih dari sekadar kenangan atau alasan sentimental, foto-foto itu juga menjadi sarana bagi kita untuk merenung. Saat masih bayi atau anak-anak, kita bisa melihat betapa sederhananya hidup kita kala itu. Kita tidak memiliki apa pun milik kita sendiri dan bergantung sepenuhnya pada orang tua untuk segala hal. Namun, seiring kita beranjak dewasa, kita mulai belajar untuk bersaing. Kita ingin membuktikan diri dan mendapatkan pengakuan di dunia kita. Kita ingin meraih prestasi serta memiliki harta benda dan kekayaan. Dan seperti halnya apa yang diperdebatkan oleh para murid Yesus, kita pun ingin menjadi sosok yang hebat serta dipandang tinggi dan membuat orang lain iri kepada kita.

Namun, bacaan pertama mengajarkan kita bahwa hidup ini tidak dapat diprediksi dan nasib bisa berubah sewaktu-waktu. Saat Ayub menghadapi satu demi satu kemalangan hebat, ia menyadari bahwa hanya ada satu hal yang tersisa baginya. Ia masih memiliki hidupnya, dan ia tahu bahwa hidupnya berada di tangan Tuhan. Kata-kata bijaknya patut kita renungkan: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang pula aku akan kembali. Tuhan yang memberi, Tuhan pula yang mengambil kembali. Terpujilah nama Tuhan." Semoga hal ini juga menyadarkan kita akan perlunya bersikap seperti anak kecil dan menaruh kepercayaan kepada Tuhan, bahwa Dia akan senantiasa mencukupi segala kebutuhan hidup kita.
. 
 
 
 
Doa Umat   
 
Saudara-saudari sekalian, dengan penuh kepercayaan akan kasih dan kerahiman-Nya, marilah kita menghadap Bapa seraya menyampaikan segala kebutuhan dan permohonan kita. 
 
Marilah kita berdoa bagi para pemimpin Gereja: Semoga Roh Kudus menguatkan mereka dalam tugas pewartaan Injil. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Bagi penghormatan yang lebih besar terhadap kehidupan di seluruh dunia, mulai dari saat pembuahan hingga akhir hayat secara alami. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagi para orang tua yang berupaya membina iman anak-anak mereka: Semoga Roh Kudus melimpahi mereka dengan rahmat dan kebijaksanaan. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagi kita semua yang berkumpul di tempat kudus ini: Semoga Roh Allah menganugerahkan kepada kita karunia kesalehan dan keteguhan hati. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagi mereka yang telah meninggal dalam damai Kristus: Semoga Allah menganugerahkan istirahat kekal di surga bagi mereka. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
llah sumber segala kebaikan, terimalah doa-doa yang dipanjatkan oleh anak-anak-Mu pada hari ini, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin..

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.